UNHCR Sayangkan Aksi Warga Menolak Rohingya di Lhokseumawe

“Kami sangat menyayangkan melihat solidaritas terhadap pengungsi memudar dibandingkan sebelumnya,” kata Mitra.
Lhokseumawe - Associate Communications Officer UNHCR Indonesia, Mitra Suryono, menyayangkan aksi unjuk rasa warga yang meminta ratusan pengungsi Rohingya dipindahkan dari bekas kantor Imigrasi di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
“Kami sangat menyayangkan melihat solidaritas terhadap pengungsi memudar dibandingkan sebelumnya,” kata Mitra Suryono kepada HabaAceh.id, Jumat (9/12).
Mitra menyebutkan, selama bertahun – tahun Indonesia telah menjadi negara panutan bagi negara lainnya di kawasan Asia Pasifik, karena tradisi kemanusiaan yang dijalankan di Indonesia dalam memberikan perlindungan bagi pengungsi.
"Pengungsi Rohingya merupakan orang-orang yang telah kehilangan segalanya, termasuk orang disayang lantaran terpaksa meninggalkan negaranya untuk mencari keselamatan di negara lain termasuk di Indonesia," ujarnya.
Menyikapi terkait aksi warga tersebut, kata Mitra, UNHCR akan mendengarkan keprihatinan masyarakat setempat dan berharap mencapai titik temu untuk menyelesaikan permasalahan
"Kami selalu mengimbau pengungsi Rohingya di Aceh untuk selalu mentaati dan mengikuti norma sosial yang berlaku di Indonesia," ungkapnya.
Mitra menambahkan, para pengungsi tidak bermaksud untuk bertindak tidak hormat terhadap masyarakat setempat, sebagaimana terlihat pada pengalaman tahun – tahun sebelumnya ketika pengungsi tinggal di penampungan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe.
“Kami sangat berharap semangat kemanusiaan ini akan terus ada di negara ini, negara yang rakyatnya dikenal baik sebagai orang – orang yang bersahabat di mata dunia,” pungkasnya.







Komentar