Hipelmabdya Kecewa Pemkab Abdya Minta Kembalikan Uang Santunan

Hipelmabdya Kecewa Pemkab Abdya Minta Kembalikan Uang SantunanFoto: Ilustrasi

"Kami sangat kecewa dan menyesalkan kejadian seperti ini, karena uang santunan yang telah diterima oleh ahli waris diminta untuk dikembalikan lagi oleh pemerintah," kata Muti.

Blangpidie - Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Barat Daya (Hipelmabdya) mengaku kecewa terhadap sikap Pemkab Abdya, yang meminta kembali uang santunan dari salah satu keluarga korban tanah longsor warga Alue Dawah, Kecamatan Babahrot.

"Kami sangat kecewa dan menyesalkan kejadian seperti ini, karena uang santunan yang telah diterima oleh ahli waris diminta untuk dikembalikan lagi oleh pemerintah," kata Ketua Hipelmabdya, Muti Azir Surian dalam keterangannya, Senin (5/12). 

Seharusnya, menurut Muti, uang santunan yang telah diberikan kepada keluarga korban tersebut tidak harus diminta kembali. Karena, akan sangat bermanfaat dalam mengurangi beban ekonomi keluarga.

"Tanggal 30 November 2022 (uang santunan) ditransfer oleh Pemerintah Abdya, tanggal 1 Desember 2022 itu sudah diminta untuk dikembalikan lagi," ujar Muti.

Kepala Bagian keistimewaan dan kesejahteraan Rakyat (Kabagkesra) Sekdakab Abdya, Cut Nurkhaziati, menyebutkan masalah tersebut dinilai adanya kesalahpahaman oleh penerima santunan.

"Masalah ini mungkin hanya miskomunikasi sehingga terjadi salah paham," kata Cut Nurkhaziati pada HabaAceh.id.

Cut menjelaskan, saat melayat ke rumah duka pihaknya memang menyerahkan bantuan yang diserahkan langsung Pj Bupati dengan jumlah sesuai uang santunan Rp 5 juta. 

Namun, pemberian itu adalah uang talangan sementara untuk membantu memudahkan keperluan keluarga dimasa berkabung. Sebab, pencairan uang santunan harus menunggu proses administrasi.

“Jika menunggu uang santunan, bisa memakan waktu lama karena proses administrasi. Karena almarhum merupakan korban musibah bencana, sehingga kami berinisiatif memberikan uang talangan,” ujarnya.

“Nanti kalau uang santunannya sudah cair, baru keluarga korban mengembalikan uang tersebut untuk menutupi uang yang sudah diserahkan diawal. Tujuan kami hanya untuk mempermudah keluarga korban mendapatkan santunan,” tambahnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...