Penjelasan Pemkab Abdya soal Uang Santunan yang Minta Dikembalikan

Penjelasan Pemkab Abdya soal Uang Santunan yang Minta Dikembalikan

Blangpidie - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) akhirnya angkat bicara terkait uang santunan korban longsor yang dikembalikan oleh ahli waris kepada Pemkab setempat.

Kepala Bagian keistimewaan dan kesejahteraan Rakyat (Kabagkesra) Sekdakab Abdya, Cut Nurkhaziati, menyebutkan masalah tersebut dinilai akibat adanya kesalahpahaman oleh penerima santunan.

"Masalah ini mungkin hanya miskomunikasi sehingga terjadi salah paham," kata Cut Nurkhaziati pada HabaAceh.id, Senin (5/12).

Cut menjelaskan, saat melayat ke rumah duka pihaknya memang menyerahkan bantuan yang diserahkan langsung Pj Bupati dengan jumlah sesuai uang santunan Rp 5 juta. 

Namun, pemberian itu adalah uang talangan sementara untuk membantu memudahkan keperluan keluarga dimasa berkabung. Sebab, pencairan uang santunan harus menunggu proses administrasi.

“Jika menunggu uang santunan, bisa memakan waktu lama karena proses administrasi. Karena, almarhum merupakan korban musibah bencana sehingga kami berinisiatif memberikan uang talangan,” ujarnya.

“Nanti kalau uang santunannya sudah cair, baru keluarga korban mengembalikan uang tersebut untuk menutupi uang yang sudah diserahkan diawal. Tujuan kami hanya untuk mempermudah keluarga korban mendapatkan santunan," lanjutnya.

Cut mengaku, terkait hal tersebut pihaknnya juga telah menyampaikan kepada Camat dan Kepala Desa agar disampaikan ke keluarga almarhum.

“Sehingga tidak terjadi salah paham dikemudian hari. Artinya uang santunan tetap Rp 5 juta yang diterima ahli waris, tidak kita minta untuk kembalikan,” ungkapnya.

Keuchik Gampong Alue Dawah, Kecamatan Babahrot,  Muhammad Yata, mengaku telah menyampaikan ke pihak keluarga.

"Sesuai arahan dari bagian Kesra sudah kami sampaikan ke pihak keluarga, mungkin karena keluarga masih dalam masa berkabung sehingga penyampaian kami mungkin lupa atau apa, kami memakluminya," katanya saat dikonfirmasi.

Sementara itu, anak kandung almarhum, Tari, mengakui adanya informasi disampikan pihak aparatur desa kepada keluarga.

"Mungkin ada disampaikan pihak desa ke kami, tapi karena masa berkabung dan kesibukan dirumah kami mungkin lupa," katanya.

Tari berharap, agar masalah tersebut segera menemui titik terang sehingga almarhum tidak dikait-kaitkan. Apalagi, terkait masalah uang.

"Bagaimanapun kami sudah menerimanya, semoga masalah ini tuntas, sehingga tidak dikait-kait dengan Almarhum," pungkasnya.

 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...