Editorial

Keresahan Warga Pada Etnis Rohingya

Keresahan Warga Pada Etnis RohingyaFoto: HabaAceh.id/Mulyadi
Warga etnis Rohingya

Kasih sayang yang diberikan jangan dikhianati. Sebagai manusia biasa memiliki kesabaran yang terbatas.

AKSI puluhan warga Ulee Blang Mee, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe yang menuntut pemerintah untuk merelokasi etnis Rohingya dari bekas Kantor Imigran setempat, harus menjadi perhatian pemerintah terutama The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) serta International Organization for Migrant (IOM).

Lembaga yang diamanahi sebagai inisiator, fasilitaor, konsolidator, dan determinator penyelesaian urusan pengungsi oleh Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB, UNHCR dan IOM mesti sigap mencari solusi untuk menyikapi tuntutan warga tersebut. Pemantik emosi warga terhadap keberadaan pengungsi Rohingya ini juga harus ditelusuri. 

Tuntutan warga yang menyebut keberadaan etnis Rohingya di bekas Kantor Imigran Lhokseumawe  tidak menghargai kearifan lokal, menggambarkan ada sesuatu yang tidak senonoh dalam pandangan mereka. Ini juga menunjukkan masih kurangnya pembelajaran kearifan lokal Aceh dari UNHCR dan IOM kepada para pengungsi Rohingya.

Kultur masyarakat Aceh sesungguhnya sangat penyayang kepada semua orang apalagi bagi saudara seiman yang  terombang-ambing di lautan. Walau pun tersiar kabar ada pihak lain yang memanfaatkan kebaikan orang Aceh dalam menolong tamu tak diundang asal Myanmar  tersebut. 

Akan tetapi, kasih sayang yang diberikan jangan dikhianati. Sebagai manusia biasa memiliki kesabaran yang terbatas. Apalagi orang yang selama ini ditolong tidak menghargai adat budayanya. Wajar kalau kemudian Warga Ulee Blang Mee melakukan aksi.

Selain itu, UNHCR dan IOM jangan merasa tenang karena setiap etnis Rohingya yang terdampar di Aceh selalu diterima warga dengan lapang dada.  Lakukan langkah  konkret agar etnis Rohingya tidak keluar dari Cox’s Bazar secara ilegal. Sehingga tugas yang diamanahkan berjalan sesuai harapann masyarakat dunia.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...