471.186 Anak di Lhokseumawe jadi Sasaran Imunisasi Polio

471.186 Anak di Lhokseumawe jadi Sasaran Imunisasi PolioFoto: Rianza/HabaAceh.id
ilustrasi imunisasi polio

"Tapi, ada beberapa kondisi di mana balita tidak boleh diberikan vaksin ataupun harus ditunda pemberian vaksin polio, di antaranya anak yang sedang sakit diare," kata Erlawati.

Lhokseumawe - Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe menyebutkan berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Aceh terdapat 471.186 anak daerah itu menjadi sasaran imunisasi polio. Sedangkan data riil dari seluruh Puskesmas di Lhokseumawe ada 39.258 anak.

Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Erlawati, merincikan dari 47.186 anak dapat imunisasi dengan estimasi jumlah sasaran usia 0-5 tahun sebanyak 19.410 anak. Sementara sasaran anak-anak usia 5-7 tahun sebanyak 7.857 anak dan usia 7-12 tahun sebanyak 19.919 anak.

"Sedangkan data dari puskesmas 39.258 anak mendapat imunisasi polio masih dirinci oleh petugas Puskesmas,” kata Erlawati saat dikonfirmasi, Selasa (6/12).

Elawati mengatakan rencana imunisasi akan dimulai dari 12-24 Desember. “Target kita anak-anak dapat imunisasi polio sebesar 95 persen dari jumlah tersebut. Jika belum tercapai target tersebut maka akan ada putaran kedua dilakukan imunisasi polio untuk melengkapi yang belum lengkap,” katanya.

Menurutnya, pemberian imunisasi polio ini dilakukan dengan cara ditetes, setiap anak mendapatkan dua tetes vaksin polio dan tidak ada efek samping pemberian vaksin tersebut.

"Tapi, ada beberapa kondisi di mana balita tidak boleh diberikan vaksin ataupun harus ditunda pemberian vaksin polio, di antaranya anak yang sedang sakit diare," kata Erlawati.

Dia mengatakan imunisasi itu akan dilakukan dengan mendatangi setiap sekolah dan pesantren. Pihaknya juga akan membuat posko di setiap keramaian di Kota Lhokseumawe.

“Kita berharap mendukung anaknya untuk imunisasi polio. Misalkan dengan mendatangkan posko atau membawa anak-anak mereka jika kami turun ke setiap desa. Dikarenakan penyakit polio ini sangat bahaya dan belum ada obat dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi,”ujarnya. 

 

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...