Banda Aceh dan Aceh Besar Diselimuti Kabut, Begini Penjelasan BMKG
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Dampak bencana tidak ada. Cuma saja para pengendara harus waspada, karena jarak pandang yang sangat dekat, bisa terjadi kecelakaan. InsyaAllah tidak ada musibah, secara teori tidak ada itu. Ini murni fenomena alam,” ujar Zakaria.
Banda Aceh - Sebagian besar wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar mendadak diselimuti kabut tebal pada Kamis (1/12) pagi.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Zakaria Ahmad mengatakan, kabut tebal yang terjadi tadi pagi disebabkan karena adanya proses pendinginan pada atmosfer permukaan bumi, sehingga terjadinya pengembunan.
“Yang tadi pagi itu fog. Kabut yang disebabkan oleh uap air yang melayang-layang di udara. Ini disebabkan biasanya atmosfer permukaan bumi itu mengalami pendinginan, artinya lebih dingin dari biasanya,” kata Zakaria saat dikonfirmasi HabaAceh.id.
Menurut Zakaria, fenomena kabut ini merupakan suatu hal yang biasa, sama seperti kabut yang terjadi di daerah dataran tinggi Takengon, Aceh Tengah.
Bukan kabut yang disebabkan oleh terjadinya kebakaran. Adapun tempo berlangsungnya kabut ini hanya sementara, akan hilang saat matahari mulai muncul.
“Dapat kita bedakan antara kabut asap dan kabut fog. Kalau asap ada bau kebaran dan suhu udaranya agak tinggi, kemudian juga RH nya rendah. Untuk fog ini kita rasakan lebih dingin kemudian udaranya segar, dan uap air mencapai 80 persen,” jelasnya.
Zakaria meminta kepada masyarakat untuk tidak mengaitkan kabut ini dengan musibah atau hal-hal buruk lainnya. Sebab, secara teori ini merupakan murni fenomena alam.
“Dampak bencana tidak ada. Cuma saja para pengendara harus waspada, karena jarak pandang yang sangat dekat, bisa terjadi kecelakaan. InsyaAllah tidak ada musibah, secara teori tidak ada itu. Ini murni fenomena alam,” ungkap Zakaria.






Komentar