Dokter Anak: Polio Bisa Sebabkan Kelumpuhan Permanen
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Jadi yang bisa kita lakukan, semaksimal mungkin membuat dia (korban polio) senormalnya, jangan kemudian enggak bisa jalan gara-gara enggak di fisioterapi,” ujarnya.
Banda Aceh – Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, dr Raihan mengatakan, virus polio merupakan penyakit menular yang menyerang sistem syaraf. Akibatnya, ketika terkena polio seseorang bisa mengalami kelumpuhan secara permanen jika tidak diberikan perawatan.
“Sekali kena dia enggak bisa flashback. Jadi kalau dia sudah cacat, dia tidak pernah bisa balik lagi ke sumula,” kata Raihan dalam kegiatan Pertemuan LP/LS Dalam Upaya Menggalang Dukungan Program Kesehatan, di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Senin (5/12).
Dokter spesialis anak di Aceh itu menjelaskan, salah satu upaya mencegah kelumpuhan permanen akibat polio adalah dengan cara melakukan fisioterapi.
Fisioterapi, kata Raihan, dilakukan untuk merangsang otot supaya bisa berfungsi senormal mungkin (tidak seperti semula). Karena itu, hingga saat ini imunisasi masih merupakan satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah polio.
“Jadi yang bisa kita lakukan, semaksimal mungkin membuat dia (korban polio) senormalnya, jangan kemudian enggak bisa jalan gara-gara enggak di fisioterapi,” ujarnya.
Di samping itu, Raihan menyebutkan penyakit polio juga bisa menginfeksi orang dewasa. Namun yang lebih dominan, biasanya terjangkit pada anak yang berusia di bawah 5 tahun.
“Bisa, menyerang orang dewasa. Contohnya presiden Amerika itu (Franklin D. Roosevelt),” sebutnya.
Untuk itu, Raihan berharap agar imunisasi polio pada anak dapat dilakukan dengan lengkap yakni diberikan sebanyak empat kali saat berusia 1-4 bulan baik secara tetes maupun suntik. Kemudian, dilanjutkan dua kali saat usia 4-9 bulan.
“Jadi, jika sudah terkena polio, upaya yang kita lakukan itu tidak bisa cukup maksimal lagi, akibat sudah terjadi kelumpuhan,” ungkap Raihan.









Komentar