Kecelakaan Boat Nelayan di Meulaboh
YARA Menuding, KSOP: Kami Tak Pernah Terima Laporan

"Kalau dilihat peristiwa berulang dalam dua tahun berturut-turut ini jelas sekali KOSP Meulaboh ini lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai otoritas yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap keselamatan lalulintas laut," kata Hamdani
Meulaboh – Kecelakaan boat nelayan KM Mutiara yang menabrak pelampung tambat (mooring bouy)di perairan Meulaboh, Aceh Barat 31 Desember 2022 subuh mendapat sorotan dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) setempat. Kecelakaan itu dinilai akibat lemahnya pengawasan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Meulaboh.
"Kalau dilihat peristiwa berulang dalam dua tahun berturut-turut ini jelas sekali KOSP Meulaboh ini lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai otoritas yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap keselamatan lalulintas laut," kata Kepala Perwakilan YARA Meulaboh, Hamdani melalui siaran pers, Sabtu (7/1).
Sebelumnya atas insiden itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mendesak pihak PT Mifa Bersaudara agar memasang lampu sebagai penanda keberadaan mooring bouy agar saat malam hari tidak lagi ditabrak oleh nelayan.
Sementara itu, Kepala KSOP Meulaboh Sutarmo yang dikonfirmasi HabaAceh.id, Minggu (8/1) mengatakan, pihaknya belum pernah mendapatkan laporan dari korban terkait adanya kapal nelayan yang tertabrak oleh mooring buoy milik PT. Mifa Bersudara.
Menurutnya, pengawasan untuk itu ada di Dinas Perikanan. “Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di situ juga (dinas perikanan-red)," ungkap Sutarmo yang saat dihubingi mengaku sedang di Bandara Sultan Iskandar Muda hendak menuju ke Jakarta.
Sutarmo mengatakan, dirinya juga baru menjabat sebagai Kepala KSOP Meulaboh. Ia berjanji akan memperbaiki kinerja yang masih belum baik, salah satunya terkait permasalahan nelayan ini. “Kami akan berupaya lebih bagus lagi dan nantinya akan mengadakan sosialisasi dengan nelayan, perusahaan terkait dan KSOP,” ujar Sutarmo.










Komentar