Editorial
Mewaspadai Dugaan Autopsi Tipu-tipu
Ilustrasi oleh Radio AzamSURAT pemberitahuan autopsi jenazah DY yang disampaikan penyidik Polda Aceh kepada keluarga, adalah salah satu bukti bahwa polisi serius menangani perkara tersebut. Patut kita beri apresiasi atas kemajuan penyelidikan yang luar biasa ini.
Mengapa dikatakan luar biasa? Sebab, BNNP Aceh yang menjadi terlapor perkara merupakan lembaga yang tidak terpisahkan dengan institusi kepolisian selaku penyidik. Pimpinan keduanya sama-sama dari petinggi Polri berpangkat bintang.
Apalagi, perkara tersebut kaitannya dengan narkoba yang sangat dilarang di negeri ini. Artinya, Polda Aceh sebagai penyidik telah berupaya bersikap adil dengan membedakan antara kasus narkoba yang melilit DY dengan penganiayaan yang diduga membuat DY meninggal dunia awal Desember 2022. Dua perkara berbeda yang sama-sama tak bisa ditolelir dalam negara demokrasi.
Sesuai surat pemberitahuan tanggal 30 Desember 2022, ekshumasi dan autopsi akan digelar Rabu 4 Januari 2023. Hasil yang transparan dalam pelaksanan ini tentu akan menjadi catatan sejarah awal tahun, begitu juga sebaliknya kalau terjadi "tipu-tipu".
Transparansi hasil autopsi sangat diharapkan oleh keluarga DY juga publik yang terus memantau perkara ini. Untuk meyakinkan itu tentunya penyidik harus memperlihatkan sikap independensi yang nyata. Apalagi pekerjaan ini menyangkut hasil dengan menggali kembali kuburan yang mendekati usia satu bulan.
Salah satu dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan dokter independen atau dokter dari luar internal Bhayangkara. Ini bukan perkara percaya atau tidak terhadap dokter di internal Polda atau rekomendasi kepolisian. Tetapi lebih kepada upaya agar terjadinya transparansi.
Kehadiran dokter independen yang ikut direkomendasi pihak keluarga korban, kuasa hukum dan penyidik akan meminimalisir bahkan dapat meredam tamsilan-tamsilan miring dari hasil autopsi nantinya. Dengan persiapan yang matang tentu akan melahirkan hasil yang maksimal pula.
Dengan independensi dan transparansi ini pula tentu akan menjadikan nama institusi kepolisian khususnya Polda Aceh menjadi lebih terhormat. Sekaligus membatah sindiran-sindiran miring yang terjadi selama ini.









Komentar