TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 45 Kg Sabu di Perairan Lhokseumawe
Foto: Dok, istimewa“Diketahui perairan Aceh sering digunakan oleh jaringan sindikat penyelundupan internasional untuk memasukkan sabu-sabu ke Aceh,”pungkasnya.
Aceh Utara- Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 45 kilogram di kawasan Pantai Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
“Selain mengamankan sabu-sabu, petugas juga mengamankan tersangka berinisial MN (23) asal Aceh Tamiang diduga berperan sebagai kurir. Sedangkan dua tersangka lainnya berhasil melarikan diri,” kata Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah dalam konferensi pers di Markas Pangkalan Lanal Lhokseumawe di Desa Paloh Igeuh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (28/12).
Dian mengatakan, penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat pada Jumat (23/12) pukul 14.45 WIB. Saat itu laporan diterima bahwa akan ada sabu-sabu yang akan diturunkan melalui Pantai Meuraksa. Kemudian, petugas langsung melakukan penyelidikan, pengintaian dan pemantauan di lokasi.
“Saat melakukan pemantauan pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 00.10 WIB, petugas melihat ada satu unit perahu motor diduga membawa narkotika jenis sabu-sabu masuk ke Pantai Meuraksa. Pelaku pun saat mencurigai diintai dan langsung menjauh dari lokasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, melihat perahu motor itu menjauh, tim melakukan pengejaran dan sempat menabrak untuk menghentikan perahu motor tersebut. Lalu, tim pun melakukan penggeledahan dan menemukan 43 bungkus sabu-sabu yang dibalut dengan merek teh cina.
Selanjutnya, petugas yang menggunakan perahu Sea Hunter menarik perahu motor membawa narkoba tersebut ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara. "Namun, karena kondisi perahu motor tersebut bocor dan untuk keamanan personel di Sea Hunter, maka perahu motor yang membawa narkoba itu dilepas dan tenggelam," katanya.
Dian menjelaskan pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polres Lhokseumawe guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Diketahui perairan Aceh sering digunakan oleh jaringan sindikat penyelundupan internasional untuk memasukkan sabu-sabu ke Aceh,”pungkasnya.








Komentar