Tak Hargai Kearifan Lokal, Warga Minta Pengungsi Rohingya Dipindahkan
Foto: Muliyadi/HabaAceh.id"Jika dalam jangka waktu tiga hari tuntutan tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi kembali dengan jumlah peserta aksi lebih banyak,"katanya.
Lhokseumawe - Puluhan warga Gampong Ulee Blang Mee, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, menggelar aksi penolakan pengungsi Rohingya di depan bekas Kantor Imigran, Kamis (8/12).
Dalam aksi itu warga turut membawa poster bertuliskan penolakan keberadaan pengungsi Rohingya dan memprotes sejumlah lembaga yang menangani pengungsi tersebut.
Koordinator aksi, Beni Murdani, mengatakan penolakan itu dikarenakan pengungsi Rohingya sangat menggangu aktivitas warga serta tidak menghargai kearifan lokal.
"Keberadaan mereka di eks kantor imigrasi Lhokseumawe baik itu laki-laki dan perempuan, sangat menggangu aktivitas warga dan tidak menghargai kearifan lokal serta bertolak belakang dengan penerapan syariat Islam di Aceh,"katanya.
Sehingga, warga melakukan pernyataan sikap dengan menuntut UNCHR selaku lembaga menangani pengungsi tersebut agar mereka segera merelokasi pengungsi Rohingya ke lokasi lain.
"Jika dalam jangka waktu tiga hari tuntutan tidak dipenuhi, maka kami akan melakukan aksi kembali dengan jumlah peserta aksi lebih banyak,"katanya.
Staf UNHCR, Hendrik C Therik mengatakan pihaknya segera melaporkan kepada pimpinan terkait tuntutan warga meminta pengungsi Rohingya di relokasi ke tempat lain.
"Terkait penanganan pengungsi Rohingya bukan tugas UNHCR saja, melainkan Pemerintah dan Lembaga Kemanusiaan Internasional maupun lokal," ujarnya.
Diketahui, sebanyak 229 pengungsi Rohingya itu kini ditampung sementara di bekas kantor imigrasi setelah mendapatkan izin dari Dirjen Keimigrasian RI.
Sebelumnya sebanyak 110 pengungsi Rohingya terdampar di perairan Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Keesokan, sebanyak 119 warga Rohingya kembali terdampar di perairan Gampong Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara.







Komentar