Antrean di SPBU, Pengamat: Akal-akalan Pertamina Hilangkan BBM Subsidi

Antrean di SPBU, Pengamat: Akal-akalan Pertamina Hilangkan BBM SubsidiFoto: Rianza/HabaAceh.id
Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Nasrul Zaman.

“Seharusnya kalau harganya naik, ya di pasar banyak. Tapi kenapa naik di pasar, stok malah sedikit,” ujarnya.

Banda Aceh - Pengamat Kebijakan Publik Aceh Nasrul Zaman menilai penyebab antrean panjang yang kerap terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan salah satu strategi pihak PT Pertamina (Persero) untuk menghilangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pasalnya, kata Nasrul, kenaikan harga BBM tidak dibarengi dengan meningkatnya jumlah pasokan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Pemerintah kita aneh ini ya, menaikkan harga tapi mengurangi stoknya. Saya ragu ini akal-akalan Pertamina untuk menghilangkan Pertalite dan Bio Solar,” kata Nasrul kepada HabaAceh.id, Sabtu (10/12). 

Menurutnya, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan peraturan yang merugikan masyarakat. Sebab, jika harganya dinaikkan stok BBM juga harus selalu tersedia di SPBU.

“Seharusnya kalau harganya naik, ya di pasar banyak. Tapi kenapa naik di pasar, stok malah sedikit,” ujarnya.

Nasrul menyebut, antrean panjang saat mengisi BBM berpengaruh pada produktivitas masyarakat. Waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain, malah terpakai sia-sia untuk mengatre BBM.

“Kalau kita hitung dengan honor misalkan, orang setengah jam ngantre itu katanlah bisa mendapatkan Rp25 ribu dengan setengah jam ngantre, kali berapa ribu orang,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, terkait persoalan BBM ini masyarakat hanya bisa berharap kepada pemimpin dan pemangku kebijakan selanjutnya. Karena, berbagai upaya penolakan dan kritikan sudah dilakukan kepada pemimpin sekarang, namun tidak berpengaruh sama sekali.

“Kita berharap kepada kepemimpinan baru saja, karena yang ini di demo sudah, orang mati sudah banyak, pandemi sudah, ribut politik juga sudah. Tapi tidak ada berefek apa-apa,” ungkap Nasrul.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...