PGE Bakal Lakukan Pengeboran Tiga Titik Sumur Baru di Aceh Utara
Foto: Humas Pemkab Aceh Utara"Dari tiga titik segera dilakukan pengeboran, terdapat dua titik di Kecamatan Syamtalira Aron dan satu titik di Kecamatan Baktiya," kata Ariaman
Aceh Utara - PT Pema Global Energi (PGE) segera melakukan drilling atau pengeboran sumur baru di tiga titik di Aceh Utara yang direncanakan dimulai akhir Desember 2022.
Direktur Utama PT PGE Teuku Muda Ariaman, mengatakan pekerjaan drilling akan dimulai pada Minggu terakhir Desember 2022 dan diperkirakan selesai Juli 2023.
"Dari tiga titik segera dilakukan pengeboran, terdapat dua titik di Kecamatan Syamtalira Aron dan satu titik di Kecamatan Baktiya," kata Ariaman, Selasa (29/11).
Ariaman menjelaskan, ketiga titik itu pernah dilakukan drilling oleh perusahaan Mobil Oil pada 1974. Dan kini kembali dikerjakan dikarenakan berdasarkan hasil seismic terdeteksi cadangan Migas di lokasi tersebut.
Sebelum dimulai pekerjaan drilling, kata Ariaman, pekerjaan diawali dengan penyiapan lahan, penyiapan akses jalan yang bisa masuk peralatan berat, dan mobilisasi peralatan.
"Untuk peralatan kita langsung datang dari Cilegon, Provinsi Banten diangkut melalui kapal laut menuju ke Pelabuhan Krueng Geukuh. Setiba nanti langsung dibawa ke lokasi pengeboran," tuturnya.
Ariaman juga menjelaskan, untuk pekerjaan drilling dibutuhkan waktu sekitar 42 hari disetiap sumur dengan spesifikasi pengeboran dengan kedalaman sekitar 7.000 feet atau sekitar 2.133 meter.
Sedangkan tenaga kerja dilibatkan sebanyak 48 pekerja tenaga skill dan 42 pekerja non skill. "Untuk menangani pekerjaan tersebut manajemen PT PGE telah mengkontrak PT Bina Mitra Artha (BMA) yang merupakan perusahaan berpengalaman di bidang drilling Migas," ucapnya.
Ariaman menambahkan, PT PGE juga akan melibatkan perusahaan lokal. Oleh karena itu, pihaknya minta dukungan Pj Bupati Aceh Utara agar kegiatan drilling ini berjalan lancar dan berhasil menemukan cadangan migas baru.
Sementara itu, Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi menyebutkan, mudah-mudahan pengeboran yang dilakukan PT PGE dapat menemukan cadangan gas alam. Sehingga menjadi sinyal positif untuk kembali membangkitkan zona Migas Aceh Utara.
"Pemerintah mengapresiasi rencana pengeboran dilakukan PT PGE untuk mencari cadangan Migas baru di kawasan Aceh Utara," ujarnya.
Azwardi mengatakan, kegiatan survei seismic 3D yang telah dilakukan oleh PT PGE sejak awal Agustus 2022. Bahkan sudah mulai mendeteksi cadangan Migas baru di Aceh Utara.
“Pada Agustus kita bertemu untuk sosialisasi survei seismic, alhamdulillah hari ini dilakukan sosialisasi pengeboran. Sedang pengeboran nanti akan melibatkan para ahli atau engineer Migas," katanya.
Azwardi berharap jangan sampai ada konflik dalam masyarakat terkait rencana pengeboran ini. Untuk itu diminta agar proses sosialisasi dilakukan dengan baik.
"Kita meminta PT PGE harus menperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kegiatannya di lapangan. Anak-anak muda lokal banyak yanng hebat dan cemerlang SDM dan Ini perlu diperhatikan, untuk dipakai atau direkrut menjadi pekerja,” harapnya.
Azwardi menegaskan, Pemkab bersama Forkompinda pasti memberikan dukungan agar kegiatan pengeboran terlaksana dengan baik. Jika nanti ada kendala dilapangan kita langsung sama-sama mencari solusi.
"Jika nantinya ditemukan cadangan Migas baru, tentu akan menjadi pembuka jalan bagi peningkatan ekonomi daerah yang akan bermanfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Anggota DPRK Aceh Utara, Azali Fuadi menyebutkan kegiatan ini tentu sangat positif dimulainya pekerjaan drilling untuk mencari cadangan baru Migas di Aceh Utara.
“Mudah-mudahan nanti mendapatkan hasil sesuai keinginan kita bersama dikarenakan nantinya dapat membangkitkan kembali Migas Aceh Utara,” tutup Fuadi. (Mulyadi)







Komentar