Editorial
Memagari Ate Fulawan
Foto: Rianza/HabaAceh.idJangan sampai "lape di badan kanai di kaki". Waspadalah!
ALAM Pulau Simeulue selain memiliki panorama pantai yang indah, terdapat juga unsur pendukung lain yang selama ini dijadikan sumber ekonomi masyarakat di sana. Kultur sebagai identitas juga masih terawat walau semakin terkikis oleh zaman.
Perpaduan ini kemudian disandarkan pada semboyan Simeulue "Ate Fulawan" (berhati emas). Ate Fulawan sendiri berasal dari bahasa defayan, salah satu bahasa dari empat bahasa yang ada di kabupeten itu.
Ragam kandungan yang dimiliki alam daerah kepulauan ini, mulai dilirik banyak pihak terutama di sektor wisata oleh warga negara asing. Kemampuan finansial yang ada sama mereka, dari awalnya sekedar kunjungan wisata lalu muncul keinginan mengelola kemudian berniat memilikinya.
Oleh karena itu, pengawasan yang dicanangkan oleh Kepala Kesbangpolinmas Simeulue, Sabu Nasir untuk menjaga sektor wisata yang membentang di sepanjang pulau tidak dikuasai warga asing, patut didukung masyarakat setempat. Tujuannya menjaga agar Ate Fulawan tidak tergadaikan.
Kita akui, investor memang sangat dibutuhkan untuk mengelola sumber daya alam terutama sektor wisata di Simeulue. Tetapi investor yang benar-benar dapat menambah income bagi daerah serta memakmurkan warga di sekitarnya, bukan investor sekedar berleha-leha dan hanya memberikan "pemasukan" pada penguasa.
Namun demikian, dalam melaksanakan pengawasan ini butuh kepekaan dan ketelitian. Sebab, peran memanfaatkan warga setempat sebagai pihak ketiga, tidak tertutup kemungkinan bakal terjadi. Tawaran tips yang menggiurkan dapat membuyarkan kultur yang sudah mengakar pada seseorang.
Begitu pun, pemerintah setempat jangan hanya fokus pada pengawasan saja. Penguatan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam yang ada juga harus dipikirkan, sembari membangun aksesibilitas untuk pendukung destinasi pariwisata. Kekayaan yang melimpah tanpa dibarengi ilmu pengetahuan akan menjadi sia-sia. Akhirnya, "Urang dalam bakarajo urang lua bakuaso".
Semoga wacana pengawasan oleh Kesbangpolinmas Simeulue ini berjalan lancar, bukan sebatas koar-koar. Manajemen kewaspadaan perlu ditingkatkan. Jangan sampai "lape di badan kanai di kaki". Waspadalah!


Komentar