Kesbangpol Simeulue Awasi Sejumlah Objek Wisata yang Diindikasi Dikuasai WNA
Foto: Rianza/HabaAceh.id"Yang kita waspadai bahwa ada indikasi bahwa orang-orang asing yang ada di sini membangun resort (penginapan) tapi atas nama pihak ketiga," kata Sabu Nasir
Simeulue - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Simeulue mewaspadai sejumlah objek wisata di kabupaten itu yang diindikasi dikuasai oleh warga negara asing (WNA).
Kepala Bakesbangpol Simeulue Sabu Nasir mengatakan, indikasi penguasaan objek wisata oleh WNA tersebut dilakukan dengan cara membangun sejumlah penginapan atas nama pihak ketiga. Para pihak ketiga itu kebanyakan orang dari luar daerah, hanya sebagian yang merupakan warga Simeulue.
"Yang kita waspadai bahwa ada indikasi bahwa orang-orang asing yang ada di sini membangun resort (penginapan) tapi atas nama pihak ketiga," kata Sabu Nasir saat dikonfirmasi, Rabu (7/12).
Sabu Nasir menjelaskan, terkait indikasi penguasaan objek wisata oleh WNA ini akan ditindaklanjuti oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sedangkan pihaknya hanya sebatas melakukan pengamatan supaya tidak menjadi persoalan besar di kemudian hari.
Menurut Sabu Nasir, penguasaan objek wisata oleh WNA ini tidak hanya terjadi di kepulauan Simeulue saja. Melainkan, juga kerap terjadi di seluruh Indonesia.
"Bukan hanya di Simeulue, hampir di seluruh Indonesia kita khawatir ada indikasi semacam itu. Yang punya surfing orang Indonesia, tapi hak milik punya orang asing. Tapi itu hanya indikasi kami melakukan pengamatan," ujarnya.
Atas dugaan itu, kata Sabu Nasir, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap para wisatawan asing yang datang ke Simeulue. Khususnya memantau penginapan-penginapan yang didatangani WNA tersebut.
"Kapan pun ada wisatawan kita harus ada mewanti-wanti atas itu, kalau ada resort-resort kita wanti-wanti mudah-mudahan tidak ada pihak ketiga, bukan milik warga asing, memang milik warga kita sendiri," jelasnya.
Kendati akan mengawasi setiap WNA yang masuk ke Simeulue, kata Sabu, pihaknya bukan berarti menutup pintu bagi mereka untuk menikmati keindahan objek wisata yang ada di wilayah pulau itu.
"Simeulue ini dalam tanda kutip bahwa kita mau maju dan terbuka kemungkinan buat siapa saja yang mau masuk ke Simeulue, mau orang asing apalagi warga negara kita," ungkap Sabu Nasir.







Komentar