Kabid DKP Aceh Barat: SPB Kapal Bukan Kami yang Keluarkan
Foto: Alfian/HabaAceh.id“Jadi, kantor pangkalan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di Desa Padang Serahet lama, itu bukan di bawah DKP Aceh Barat tetapi di bawah provinsi,” ujarnya.
Meulaboh – Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Irfan memberi tanggapan terkait kecelakaan laut boat nelayan KM Mutiara yang menabrak pelampung tambat (mooring bouy) PT. Mifa di perairan Meulaboh, Aceh Barat 31 Desember 2022 subuh.
Tanggapan Irfan ini untuk meluruskan keterangan Sutarmo, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat, yang menyebut penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal nelayan merupakan tugasnya DKP. “Itu salah paham,” kata Irfan kepada HabaAceh.id, Senin (9/1).
Menurut Irfan, DKP Aceh Barat tidak ada kewenangan menerbitkan SPB kapal termasuk boat nelayan. Tugas DKP, katanya, hanya pada Surat Layak Operasi (SLO). Itu pun, bukan tugas DKP Aceh barat melainkan tugas UPTD Kementerian di bawah pengawasan DKP Provinsi Aceh.
“Jadi, kantor pangkalan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang ada di Desa Padang Serahet lama, itu bukan di bawah DKP Aceh Barat tetapi di bawah provinsi,” ujarnya.
Irfan menambahkan, proses pembuatan SPB dimulai dari pemilik kapal yang diawali dengan membuat laporan kepada pihak pangkalan pengawasan kelautan dan perikanan yang merupakan unit kerja kementerian kelautan untuk mendapatkan surat layak operasi atau SLO.
“Selanjutnya pemilik kapal bersangkutan melaporkan SLO kepada KSOP untuk untuk mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB),” rinci Irfan.
Sebelumnya, Kepala KSOP Meulaboh, Sutarmo yang dikonfirmasi HabaAceh.id, Minggu (8/1) mengatakan, pihaknya belum pernah mendapatkan laporan dari korban terkait adanya kapal nelayan yang tertabrak oleh mooring buoy milik PT. Mifa Bersaudara.
Menurutnya, pengawasan untuk itu juga ada di dinas perikanan. “Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di situ juga (dinas perikanan-red)," ungkap Sutarmo yang saat dihubungi mengaku sedang di Bandara Sultan Iskandar Muda hendak menuju ke Jakarta.
Sutarmo mengatakan, dirinya juga baru menjabat sebagai Kepala KSOP Meulaboh. Ia berjanji akan memperbaiki kinerja yang masih belum baik, salah satunya terkait permasalahan nelayan ini.
“Kami akan berupaya lebih bagus lagi dan nantinya akan mengadakan sosialisasi dengan nelayan, perusahaan terkait dan KSOP,” ujar Sutarmo menjawab tudingan YARA Aceh Barat sebelumnya.










Komentar