Pelajar di Bireuen Dilarang Bawa Lato-Lato ke Sekolah
Foto: Dok.Istimewa“Karena benda tersebut rentan pecah dan putus tali sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan cedera bagi yang bermain maupun teman di dekatnya,” ungkap Muttaqin.
Bireuen – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bireuen melarang para pelajar membawa mainan lato-lato ke lingkungan sekolah.
Larangan tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor 425.1/114, tertanggal 9 Januari 2023 tentang larangan bermain lato-lato.
Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, mengatakan surat edaran tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 82 tahun 2015, mengingat sudah banyak keluhan dari sekolah-sekolah perihal mainan lato-lato itu.
“Iya, karena sudah banyak keluhan dari sekolah-sekolah, keluhan dari para guru dan juga siswa siswi lainnya,” kata Muttaqin dalam keterangan tertulis, Selasa (10/1).
Muttaqin menyebut, larangan bermain lato-lato itu hanya diperuntukkan khusus bagi pelajar di lingkungan sekolah jenjang PAUD, SD serta SMP di kabupaten Bireuen saja.
Menurutnya, permainan lato-lato dilarang dibawa ke sekolah karena akan mengganggu fokus belajar siswa. Bahkan, juga bisa menyebabkan cidera jika bermain tanpa ada pengawasan.
“Karena benda tersebut rentan pecah dan putus tali sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan cedera bagi yang bermain maupun teman di dekatnya,” ungkap Muttaqin.
Belakangan, permaian lato-lato menjadi heboh di kalangan masyarakat. Salah satu permainan tradisional ini banyak dimainkan oleh masyarakat, mulai kalangan anak-anak hingga orang dewasa.










Komentar