IDI Aceh: Semua Anak Wajib Diimunisasi untuk Cegah Polio
Foto: Liputan6"Saya mengatakan ini emergency (darurat), harus ada cara yang bagaimana pun orang mau diimunisasi, khususnya polio," tambahnya.
Banda Aceh — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio menyusul ditemukannya kasus polio di Pidie. Untuk itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyatakan, agar semua anak wajib diimunisasi guna mencegah terjangkitnya penyakit lumpuh layu tersebut.
Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman mengatakan, status KLB Polio ini menuntut perlu adanya upaya penekanan terhadap masyarakat agar membawa anak-anaknya melakukan imunisasi polio.
"Artinya memang harus diakui bahwasanya itu memperlihatkan bagaimana masyarakat kita kurang paham esensi perlunya imunisasi. Saya merasa justru harus menekan masyarakat agar mau, bukan partisipasi lagi, ini kejadian luar biasa," kata Safrizal saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Rabu (30/11).
Safrizal menyebutkan, munculnya kembali kasus lumpuh layu setelah dinyatakan bebas polio pada tahun 2014 menunjukkan masyarakat Aceh dan semua pihak yang terlibat di bidang kesehatan gagal menjaga masyarakat agar tetap sehat.
"Itu memperlihatkan kita, bukan hanya masyarakat, tapi juga para praktisi kesehatan, semua yang bergerak di bidang kesehatan semua sebenarnya gagal untuk me maintain (menjaga) masyarakatnya sehat," sebut Safrizal.
"Saya mengatakan ini emergency (darurat), harus ada cara yang bagaimana pun orang mau diimunisasi, khususnya polio," tambahnya.
Ia menuturkan, Aceh merupakan salah satu daerah di Indonesia yang capaian imunisasinya terendah. Sehingga, ia meminta orang-orang yang tidak berkompeten dan tidak mengerti soal imunisasi untuk tidak memberikan komentar.
Sebab, kata Safrizal, hal itu akan menimbulkan berbagai penolakan dari masyarakat untuk membawa anaknya diimunisasi. Padahal dampak imunisasi justru menyelamatkan anak-anak dari penyakit lumpuh layu.
"Masyarakat kita maaf saya katakan masih kurang daya literasinya, pihak kesehatan kurang memberikan perhatian. Kemudian orang-orang yang barangkali tidak kompeten atau pun tidak tau persis bagaimana imunisasi ini lebih baik tidak ikut berkomentar," jelasnya.
Safrizal menceritakan, pernah terjadi di Afrika seorang tokoh masyarakat yang melarang masyarakatnya mengikuti imunisasi. Akibat larangannya, sepuluh negara dan jutaan orang kemudian terjangkit polio.
"Oleh karena itu wajib, bila perlu turun semua unsur untuk anak-anak diimunisasi polio, untuk mencegah polio ini. Ayo semua sama-sama satu suara, semua masyarakat bawa anaknya diimunisasi," ungkap Safrizal.
"Dampak dari kita tidak mau divaksinasi itu membuat penyakit yang sudah jadi sejarah muncul lagi di daerah kita. Apalagi imunisasi polio itukan hanya di tetes bukan hanya di suntik," katanya.









Komentar