Gratis! Mahasiswa di Kopelma Darussalam Kini Bisa Naik Bus Trans Campus

Gratis! Mahasiswa di Kopelma Darussalam Kini Bisa Naik Bus Trans CampusFoto: Dok. Istimewa.
Bus Trans Campus, layanan transportasi mahasiswa di Lingkungan Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

"Tugas kita selanjutnya adalah mengedukasi warga kampus dan masyarakat untuk naik angkutan umum. Sebagaimana permintaan Dishub, kiranyan USK menjadi pionir untuk merubah kultur dari kendaraan pribadi ke umum," jelasnya.

Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh resmi meluncurkan bus Trans Campus yang akan beroperasi di wilayah Kopelma Darussalam, Banda Aceh. Trans Campus itu nantinya bisa dinikmati secara gratis oleh mahasiswa. 

"Launching Trans Campus bagian dari program Trans Koetaraja, khusus pelayanan di wilayah kampus. Kami harap bisa memicu kinerja yang lebih baik lagi, baik sivitas akademika maupun masyarakat," kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1).

Ia menjelaskan, ada dua unit bus Trans Campus yang akan beroperasi di wilayah Darussalam, yang nantinya juga terkoneksi dengan 10 bus Trans Koetaraja lainnya. Bus itu didesain canggih dengan emisi rendah, serta dilengkapi dengan kamera baik di dalam maupun luar, dan bisa langsung dipantau dari Dishub Aceh.

Tidak hanya itu, kata T Faisal, Trans Campus juga ramah disabilitas. Bus ini dilengkapi dengan AC, kaca bus sengaja didesain dengan ukuran lebar, agar penumpang bisa menikmati pemandangan pada setiap perjalanan. Kemudian, Trans Campus memiliki teknologi perhitungan jumlah penumpang secara otomatis.

"Bus ini dibiayai oleh APBA, silahkan dimanfaatkan seoptimal mungkin dan gratis. Bus ini berkomitmen tepat waktu dari halte ke halte. Ada contac pengaduan, silahkah dilaporkan bila tak tepat waktu. Kami percaya bahwa ruh angkutan umum ada pada ketepatan waktu," ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Alfiansyah Yulianur, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Trans Campus. Menurutnya armada transportasi ini sangat bermanfaat bagi warga kampus dan masyarakat sekitar.

Prof Alfiansyah menyebut, salah satu permintaan BEM USK saat bertemu dengan Pj Gubernur Aceh adalah meminta untuk disediakan bus yang bisa beroperasi di wilayah kampus. Kini, Pemerintah Aceh melalui Dishub Aceh sudah merealisasikan permintaan tersebut.

"Tugas kita selanjutnya adalah mengedukasi warga kampus dan masyarakat untuk naik angkutan umum. Sebagaimana permintaan Dishub, kiranyan USK menjadi pionir untuk merubah kultur dari kendaraan pribadi ke umum," jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, kehadiran Trans Campus begitu bermanfaat bagi mahasiswa di Darussalam baik USK maupun UIN Ar-raniry. Khusus mahasiswa USK penerima beasiswa KIPKA, sangat berguna karena mereka diwajibkan tinggal di asrama selama setahun. Adanya Trans Campus memudahkan mobilitas mereka dari asrama ke gedung kuliah.

"Lebih 2000-an mahasiswa USK yang tinggal di asrama. Setiap paginya, miniman 1000-an keluar untuk menjalani proses belajar mengajar, ini sangat membantu mereka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri," ucap Prof Alfian.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...