35 Kasus DBD Selama 2022, Puskesmas di Aceh Barat Fogging Rumah Warga
Foto: HabaAceh.id/AlfianSelama tahun 2022, Yunizar mengatakan, terdapat 35 kasus DBD di Aceh Barat. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 20 kasus DBD.
Aceh Barat - Puskemas Johan Pahlawan melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara pengasapan atau fogging untuk mencegah penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pj Program DBD Puskesmas Johan Pahlawan Yunizar, mengatakan fogging dilakukan apabila terdapat kasus DBD. Pengasapan bertujuan untuk membasmi nyamuk infektif, yang mengandung virus dengue DBD.
“Ya, karena fogging bertujuan hanya untuk memutuskan rantai penularan DBD yang terjadi di suatu tempat, dikarenakan adanya masyarakat terkena DBD maka kita hari melakukan fogging," kata Yunizar, Kamis (8/12).
Selama tahun 2022, Yunizar mengatakan, terdapat 35 kasus DBD di Aceh Barat. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 20 kasus DBD.
"Tahun ini dari 35 kasus, hanya dua kasus yang terkena dampak berat yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS), dimana saat itu penderita mengalami pendarahan pada gusi, dan mengeluarkan darah dimulut, Alhamdulilah semua kasus tersebut sudah sembuh," ujar Yunizar.
Kepala Puskesmas Johan Pahlawan, Desi Resita, mengatakan pihaknya terus melakukan pencegahan penyakit DBD dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kita terus melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat, serta memberitahukan kepada masyarakat untuk mematuhi 3M yakni Menguras, Menutup serta Mendaur ulang barang-barang bekas agar tidak terciptanya sarang nyamuk," kata Desi.








Komentar