Program KB Dinilai Jadi Solusi Mitigasi Stunting di Aceh
Foto: istimewa"Stunting bukan hanya karena kekurangan gizi pada anak, namun juga disebabkan oleh terbatasnya pemahaman tentang pengasuhan anak," ujar Syamratul.
Aceh Timur - Satgas Stunting Aceh Timur, Syamratul Achwan mengatakan, di antara penyebab terjadinya stunting di daerah disebabkan oleh keluarga yang memiliki anak terlalu banyak.
Kondisi itu, kata dia, menyebabkan kurangnya perhatian orang tua kepada anak, terutama bagi keluarga kurang mampu.
"Stunting bukan hanya karena kekurangan gizi pada anak, namun juga disebabkan oleh terbatasnya pemahaman tentang pengasuhan anak," ujar Syamratul kepada HabaAceh.id, Rabu (1/2).
Syamratul mengatakan, upaya mencegah potensi stunting yang diakibatkan oleh kebanyakan anak dalam rumah tangga bisa diantisipasi melalui program Keluarga Berencana (KB).
"Menurut saya, program KB itu perlu diusahakan untuk mengatur serta mendampingi pasangan usia subur," tuturnya.
Satgas stunting Aceh Timur itu menjelaskan, program KB bertujuan untuk mengatur kehamilan pasangan usia subur, di antaranya mencegah usia kehamilan yang terlalu dini dan jarak kehamilan yang terlalu dekat sehingga berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan memastikan ketercukupan gizi anak.
"Program KB juga melakukan intervensi spesifik seperti mempersiapkan calon ibu semenjak remaja, termasuk menghindari pernikahan terlalu dini," jelasnya.
Di samping itu, Syamratul menjelaskan, program KB fokus pada kesehatan reproduksi wanita. Seorang ibu disarankan untuk merencanakan dan mengatur jarak kehamilan dengan baik.
"Dengan begitu anak yang dikandung dan dilahirkan pun sehat dan kecil risiko menderita stunting," pungkasnya.
Diketahui, Puskesdes Alue Drien, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur menyelenggarakan pelayanan KB-MKJP untuk 38 orang akseptor.
Kegiatan ini diinisiasi oleh PKB Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur, berkolaborasi dengan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Kabupaten Aceh Timur, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Satgas Stunting Aceh Timur, Dinas P3AKB, bidan desa dan juga tokoh masyarakat setempat.(Akhyar)










Komentar