Penjelasan Pemprov Aceh soal Antrean di SPBU
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Berdasarkan hal ini, pihak Pertamina akan mengeluarkan imbauan kepada konsumen mengenai penggunaan BBM subsidi dengan dasar Surat Edaran Gubernur yang saat ini sedang dalam proses,” pungkasnya.
Banda Aceh – Sejak pemerintah pusat mengumumkan secara resmi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), ragam kritikan dan polemik kian bermunculan di berbagai daerah.
Seperti halnya di Aceh, salah satu persoalan yang kerap dialami oleh masyarakat ialah antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) , akibat terjadinya peralihan penggunaan BBM oleh konsumen.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan, antrean panjang yang kerap terjadi di SPBU belakangan ini disebabkan karena adanya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi.
“Sehingga ada peralihan penggunaan oleh konsumen dari BBM Dexlite ke Solar dan BBM Pertamax ke Pertalite,” kata MTA saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Rabu (14/12).
Menurutnya, penyebab lain yang mengakibatkan lamanya antrean BBM di SPBU karena faktor penggunaan aplikasi MyPertamina yang baru diperkenalkan dalam tahap awal.
Padahal, kata MTA, pihak Pertamina Krueng Raya memastikan tidak ada pengurangan quota BBM, bahkan cenderung meningkat,” tuturnya
Oleh karena itu, guna mengatasi persoalan ini MTA berharap para pihak dapat mengatur jadwal distribusi BMM secara tepat. Karena indikasi permasalahan kendala operasional terjadi pada alat transportasi atau armada angkutan.
“Berdasarkan hal ini, pihak Pertamina akan mengeluarkan imbauan kepada konsumen mengenai penggunaan BBM subsidi dengan dasar Surat Edaran Gubernur yang saat ini sedang dalam proses,” pungkasnya.
Ia menyebutkan, pihaknya juga sudah menggelar rapat koordinasi dengan Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, Kadis perindag, Kadis ESDM, Biro Ekonomi, Ombudsman Aceh, Hiswana dan Perwakilan Depot PT Pertamina Terminal Krueng Raya terkait antrean BBM ini, pada Jumat (9/12) lalu.
“Pihak Polda Aceh dalam hal ini Ditreskrimsus beserta jajarannya melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait dugaan atau penyebab terjadinya antrian dan isu kelangkaan BBM subsidi jenis Solar dan Pertalite,” ungkapnya.
Sebelumya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku geram terhadap Pemerintah Aceh lantaran membiarkan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama berbulan-bulan.
“Antrean kelangkaan minyak di Aceh sudah terjadi hampir tiga bulan namun tidak satupun pemangku kebijakan di Aceh yang angkat bicara soal itu," ungkap Anggota DPRK Abdya, Yusran Adek kepada HabaAceh.id Selasa (13/22).
Seakan-akan, tambah Politisi Nasdem itu, kelangkaan BBM tidak pernah terjadi di Aceh padahal masyarakat harus antre setiap harinya.
"Yang terjadi saat ini di Aceh, sopir angkutan umum antrean bukan untuk menunggu isian minyak tapi mereka antre menunggu adanya minyak di SPBU," ujarnya.
Menurut Ketua Nasdem Abdya, kelangkaan BBM harus menjadi perioritas penting bagi pemerintah sehingga kelangkaan BBM di Aceh bisa teratasi.
"Kelangkaan minyak ini berefek pada pendapatan ekonomi masyarakat khusunya angkutan umum, para sopir mengeluh karena tidak bisa beraktivitas, lantaran minyak langka," imbuh Yusran.










Komentar