Tahanan BNNP Aceh Tewas Diduga Dianiaya
Keluarga Minta Jenazah Diautopsi
Foto: Dok, istimewa"Hasil visum kami rasa sudah sangat jelas. Ternyata kata LBH autopsi ini perlu, yaudah kalau perlu kita ajukan lagi autopsi," ujarnya.
Banda Aceh - Keluarga DY (39) tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh yang meninggal dunia diduga dianiaya meminta agar jenazah almarhum diautopsi.
Abang kandung DY, Irfan mengatakan, permintaan autopsi itu telah disepakati pihak keluarga setelah berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh sebagai kuasa hukum.
"Ia betul, kemarin kami hari Jumat ada ke LBH Banda Aceh. Kalau memang dari pihak polisi lamban dalam mengusut kasus ini, kami dari pihak keluarga enggak masalah kalau diautopsi. Kami udah teken surat autopsinya juga," kata Irfan saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Selasa (20/12).
Irfan menjelaskan, awalnya keluarga telah menyetujui penolakan autopsi saat hari pertama pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Karena dari penjelasan polisi, surat bersedia atau tidak untuk diautopsi merupakan bagian dari tahapan penyelidikan.
Setelah mempertimbang sejumlah aspek, kata Irfan, pihak keluarga akhirnya mengajukan surat lain yaitu bersedia agar jenazah DY diautopsi.
"Hasil visum kami rasa sudah sangat jelas. Ternyata kata LBH autopsi ini perlu, yaudah kalau perlu kita ajukan lagi autopsi," ujarnya.
Irfan menyebutkan, sejauh ini pihak keluarga juga belum menerima hasil rekam medik pasca almarhum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Aceh. Saat diminta, pihak rumah sakit mengatakan rekam medik korban hanya boleh diambil oleh penyidik.
"Kami kan enggak ngerti. Kami udah coba minta juga ke sana tapi itu jawabannya. Apapun enggak ada disampaikan ke kami," tuturnya.
Lebih lanjut, Irfan memastikan, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan lebam-lebam sejak masih berada di BNNP Aceh. Hal itu diketahui saat keluarga menggantikan pakaian almarhum dari baju tahanan ke baju biasa.
"Kondisi korban sudah enggak sadarkan diri, udah kritis pas di BNN. Cuma kalau kami ambil video namanya BNN kan enggak boleh masukkan hp ke dalam. kalau mereka berdalih lukanya di rumah sakit itu tidak benar karena kami juga sudah tengok di rumah sakit, baik keluarga maupun istrinya," katanya.
Karena itu, Irfan berharap, pihak kepolisian bisa lebih cepat melakukan penyelidikan dalam kasus ini supaya semuanya bisa terbongkar dengan jelas.
"Karena kita berada di bawah makanya agak lamban mungkin ya, coba kalau mereka yang kena pasti cepat," pungkasnya.









Komentar