Pembangunan Bendungan Tak Kunjung Rampung, Ribuan Hektare Sawah di Aceh Utara Kekeringan

Pembangunan Bendungan Tak Kunjung Rampung, Ribuan Hektare Sawah di Aceh Utara KekeringanFoto: HabaAceh.id/Mulyadi
Kondisi lahan persawahan di Aceh Utara.

“Jika hujan dalam waktu dekat ini tak juga kunjung turun akan terancam gagal panen nantinya,” katanya.

Aceh Utara - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, mencatat seluas 8.900 hektare lahan persawahan yang tersebar di delapan kecamatan kabupaten setempat mengalami kekeringan.

“Dari 27 kecamatan di Aceh Utara, terdapat delapan kecamatan lahan persawahan alami kekeringan,” kata Kadis Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi saat dikonfirmasi HabaAceh.id, Sabtu (7/1).

Erwandi mengatakan kekeringan itu disebabkan pembangunan bendungan Krueng Pase yang tak kunjung usai. Padahal bendungan ini menjadi sumber air bagi ribuan hektare persawahan, sehingga petani hanya mengharapkan air hujan saat musim tanam.

“Jika hujan dalam waktu dekat ini tak juga kunjung turun akan terancam gagal panen nantinya,” katanya.

Saat ini, menurut dia, umur padi masyarakat bervariasi, ada yang masih berusia 15 hari dan juga yang hampir siap panen.

Dia menyebutkan, seluruh persawahan tersebut berstatus sebagai sawah tadah hujan atau yang hanya memanfaatkan air hujan. 

“Setelah bendungan Krueng Pase jebol akibat bencana banjir akhir tahun 2020 lalu, petani mengalami krisis air,” katanya.

Bendungan itu mulai dibangun pada tahun 2021, namun hingga kini belum rampung dikerjakan, sehingga berdampak pada ribuan persawahan warga alami kekeringan. 

Padahal, lanjut dia, selama ini para petani hanya bergantung pada sumber air dari bendungan tersebut.

Terkait pembangunan bendungan itu, kata Erwandi, hal itu merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, melalui Balai Sungai Wilayah Sumatera.

“Sejauh kita hanya mampu mengurangi dampak seperti meminjamkan brigade alsintan untuk mengurangi dampak kekeringan. Serta berharap kepada petani agar dapat bersabar hingga pembangunannya selesai,” ujarnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...