Khanduri Blang, Tradisi Petani Aceh Saat Kembali Turun ke Sawah

Khanduri Blang, Tradisi Petani Aceh Saat Kembali Turun ke SawahFoto: Muliyadi/HabaAceh.id
Kalangan Petani di Muara Batu sedang melaksanakan Khanduri Blang di Desa Cot Seurani.

"Khanduri blang merupakan tradisi yang dilakukan turun temurun oleh petani di Aceh."

Aceh Utara – Warga Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara mulai dari anak-anak, remaja maupun orang tua baik laki-laki hingga perempuan duduk berjejer di bawah sebuah tenda yang didirikan di pinggir sawah daerah setempat, Minggu 1 Januari 2023.

Hari itu mereka beramai-rami datang khusus untuk berdoa sembari menyantap makanan yang dibawa mereka dari rumah masing-masing,  ditambah kuah belangong (kuah daging) disediakan panitia. Di Aceh kegiatan tersebut disebut dengan khanduri blang menjelang Kembali turun ke sawah.

“Khanduri blang merupakan  tradisi yang dilakukan turun temurun oleh petani di Aceh, untuk mengharapkan berkah, sekaligus bermunajat kepada Allah SWT agar saat musim tanam, sawah bebas dari segala hama yang menggangu pertumbuhan padi yang berkurangnya hasil panen,” Kata Keuchik Cot Seurani, Fajri saat dijumpai di lokasi kenduri.  

Fajri mengatakan, sebelumnya tradisi ini dilakukan dalam satu kali dan setahun. Namun, dikarenakan akhir-akhir ini musim tanam dilakukan dua kali dalam satu tahun, maka tradisi khanduri blang tersebut dilaksanakan dua kali setiap tahunnya.

Dalam pelaksanaan, para petani menggelar syukuran untuk mendoakan tanaman padi mereka agar bisa meningkat produksinya dan sawah terbebas dari hama. Setiap tahun di hari tertentu, warga di sana berkumpul di areal persawahan untuk makan bersama.

Bukan hanya kalangan laki-laki,  tetapi kaum hawa dan anak-anak ikut diboyong ke lokasi persis di pinggir sawah untuk ikut partisipasi dalam tradisi tersebut sembari menikmati makan bersama.

“Kenduri ini dilakukan oleh petani untuk seluruh masyarakat. Selain doa bersama, juga untuk merasakan kemudahan dari petani, sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah sang pemberi rezeki,” pungkasnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...