Kisruh BBM Panen Rohingya

Kisruh BBM Panen Rohingya
Kanva HabaAceh.id

Jumlah pengungsi Rohingya di Aceh hingga akhir pekan lalu sebanyak 644 jiwa. Sedangkan yang dikabarkan telah melarikan diri dari kamp pengungsian, khususnya di Aceh Utara sudah lebih 35 orang.

BAHAN Bakar Minyak atau BBM bersubsidi dan kedatangan rombongan etnis Rohingya masih menjadi topik yang dibincangkan banyak pihak di Aceh dalam sepekan terakhir. Informasi ini bahkan masih diangkat sebagai laporan utama sejumlah media lokal termasuk HabaAceh.id.

Ada beberapa hal yang diduga membuat “kisruh” BBM subsidi ini diminati publik untuk pembahasan. Pertama, antrean panjang mobil mulai dari roda empat, enam, hingga 12 untuk memperoleh BBM subsidi terutama biosolar masih terus terjadi di sejumlah SPBU di Aceh. BBM jenis pertalite juga kerap kosong. 

Kedua, kebijakan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pengendalian pendistribusian bahan bakar minyak tertentu solar subsidi (Biosolar) dinilai bukan sebuah solusi tepat. Bahkan dianggap hanya membuat antrean kian memanjang. 

                     

Ketiga, pernyataan anggota DPRA, Azhar Abdurrahman yang meminta melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Aceh, Polda Aceh dan Pangdam IM untuk mengatasi antrean BBM subsidi pada seluruh SPBU di Aceh. Banyak pihak berpendapat, persoalan BBM subsidi di Aceh saat ini dinilai belum saatnya melibatkan BIN. Namun yang diutamakan adalah kehadiran pemerintah dan pertamina. 

Salah satu solusi ditawarkan adalah menambah kuota BBM subsidi untuk Aceh dan meminta kepada pemerintah pusat untuk menurunkan harga BBM non subsidi, sehingga tidak semua pengguna kenderaan baik sepeda motor maupun mobil tidak harus antrean mengular pada pompa BBM bersubsidi. 

Penerapan sistem subsidi tepat MyPertamina untuk menyalurkan minyak bersubsidi juga dinilai belum tepat diterapkan di kawasan pelosok Aceh. Mengandalkan sistem android untuk menyasar masyarakat kurang mampu dianggap kurang jitu, karena masih banyak yang belum memiliki bahkan untuk mengoperasikannya.  

Pengungsi Rohingya 

Kedatangan etnis Rohingnya juga menjadi sebuah informasi “panen” di Aceh. Ada beberapa poin yang diduga menjadikan informasi tentang pengungsi asal Myanmar itu menjadi pembahasan publik. Pertama, selain jumlah mereka yang semakin hari semakin banyak, jumlah yang kabur alias melarikan diri juga terus bertambah.

Seperti diketahui dalam kurun waktu dua hari, 15-16 November 2022 sebanyak 229 etnis Rohingya mendarat di daratan Aceh Utara. Lalu pada 26 Desember 2022, sebanyak 174 etnis Rohingya mendarat di Laweung Pidie dan sehari sebelumnya sebanyak 57 orang mendarat di Ladong, Aceh Besar. 

Minggu 8 Januari 2023 kembali mendarat di Aceh Besar sebanyak 184 jiwa. Sehingga jumlah pengungsi Rohingya di Aceh hingga akhir pekan lalu sebanyak   644 jiwa. Sedangkan yang dikabarkan telah melarikan diri dari kamp pengungsian, khususnya di Aceh Utara sudah lebih 35 orang. 

           

Kedua, Direktur Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI)etnis Rohingya datang ke Aceh dipandu dengan alat navigasi atau GPS (Global Positioning System) oleh pihak tertentu yang keberadaan mereka ada di Aceh. 

Koneksi ini dinilai telah menjadikan Aceh sebagai tempat para pengungsi Rohingya mendarat di Aceh. Hal ini kemudian muncul sindiran halu dari publik “Ketika masyarakat Aceh menyebut mereka (Rohingya) terdampar, sementara orang Rohingya menyebutnya sudah sampai”.

Autopsi Tahanan BNNP

Selain dua informasi di atas, terkait autopsi jenazah DY tahanan BNNP Aceh yang diduga dianiaya sebelum meninggal dunia juga masih menjadi perbincangan publik dalam sepekan terakhir. Infromasi soal autopsi ini lebih kepada hasil atau kesimpulan dari dokter forensik nantinya. 

Seperti diketahui, autopsi jenazah DY dilakukan pada Rabu 4 Januari 2023 dengan menggali kembali makam DY. Pihak keluarga dan penasehat hukum atau LBH Banda Aceh meminta penyidik Polda Aceh dan dokter objektik dalam autopsi ini. Namun hingga akhir pekan lalu penyidik belum mengumumkan hasilnya.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...