Terungkap! Pengungsi Rohingya Punya Jaringan di Aceh
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Jadi, koordinat mereka tercatat dan disebarkan termasuk pergerakan dan perpindahan di tengah laut,” tuturnya.
Banda Aceh – Direktur Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI), Achsanul Habib, menyampaikan kedatangan imigran Rohingya ke Aceh tidak murni karena terdampar melainkan dipandu dengan alat navigasi atau GPS (Global Positioning System).
Menurut Achsanul, para imigran Rohingya yang kerap terdampar di Aceh itu juga memiliki koneksi dengan sejumlah pihak di tanah rencong.
“Kita melihat mereka memiliki koneksi atau jaringan di Aceh. Ini dapat ditenggarainya antara lain dengan pihak penghubungnya, mereka juga datang di titik yang sama. Sehingga mereka dipandu oleh koordinat GPS,” kata Achsanul, via zoom meeting dalam rapat kerja terkait investigasi seringnya pengungsi rohingya terdampar di Aceh, di ruang rapat badan anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (4/1).
Achsanul mengungkapkan, setiap koordinat GPS yang terdapat pada rombongan imigran Rohingya tersebut juga dimiliki oleh badan-badan internasional, LSM nasional dan internasional serta pemerintah asing melalui kedutaan masing-masing.
“Jadi, koordinat mereka tercatat dan disebarkan termasuk pergerakan dan perpindahan di tengah laut,” tuturnya.
Selain itu, kata Achsanul, imigran gelap tersebut menargetkan Aceh atau Indonesia hanya sebagai tempat persinggahan sementara. Setelah diselamatkan dan ditampung, mereka diseludupkan ke Malaysia dalam kelompok-kelompok kecil.
“Dan kami sudah mendapatkan laporan bahwa pada gelombang yang November tercatat masih 229 orang dari dua gelombang, dan pada hari ini tinggal 146 orang. Dan mereka lari dalam kelompok-kelompok kecil diduga kuat untuk menyeberang ke Malaysia,” ungkapnya.









Komentar