Jembatan Silayakh Pedesi-Engkeran Agara Rampung
Foto: M. Eko Saputra/HabaAceh.id "Dengan rampungnya pengerjaan jembatan ini dapat mempercepat rute perjalanan menuju ke pusat kota Kutacane. Dari Desa Engkeran Lawe Alas ke kota hanya dengan waktu tempuh10 menit saja dari sebelumnya 1 jam, sehingga manfaatnya sangat besar untuk masyarakat," ujar Fikri.
Aceh Tenggara – Pembangunan Jembatan Silayakh Pedesi-Engkeran Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) rampung. Masyarakat setempat terutama Kecamatan Bambel dan Kecamatan Lawe Alas merasa bahagia karena jembatang yang selama ini mereka idam-idamkan menjadi kenyataan.
Amatan HabaAceh.id, Minggu 1 Januari 2023, jembatan rangka baja tersebut mendadak ramai dikunjungi masyarakat meski baru bisa dilintasi kenderaan roda dua. Sementara kendaraan roda empat belum bisa melewati karena belum diresmikan dan masih terpasang pagar pembatas.
Sedari pagi masyarakat tampak hilir mudik datang khusus untuk melihatsembari berfoto selfi di dekat pagar jembatan. Jembatan Silayakh Pedesi tersebut merupakan penghubung antar kecamatan Bambel, Lawe Alas, Babul Rahmah dan Tanoh Alas yang pembangunan nya sudah dimulai sejak 2014 yang lalu.

Fikri, salah satu tokoh pemuda Agara mengatakan pihaknya berterimakasih kepada Pemerintah Agara melalui dinas terkait yang sudah berusaha untuk membangun jembatan Silayakh Pedesi yang saat ini sudah bisa diakses masyarakat.
Jembatan ini, tambah Fikri, merupakan penghubung antara Kecamatan Bambel dengan Kecamatan Lawe Alas yang sudah dinantikan sejak lama oleh masyarakat dua kecamatan itu. Jembatan tersebut satu-satunya akses kelancaran lintas sektor, terutama perekonomian masyarakat.
"Dengan rampungnya pengerjaan jembatan ini dapat mempercepat rute perjalanan menuju ke pusat kota Kutacane. Dari Desa Engkeran Lawe Alas ke kota hanya dengan waktu tempuh10 menit saja dari sebelumnya 1 jam, sehingga manfaatnya sangat besar untuk masyarakat," ujar Fikri. (M Eko Saputra)








Komentar