Hiswana Migas: Disparitas Harga Jadi Sebab Antrean BBM di Aceh
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Polisi kita juga melakukan monitoring ketat untuk memantau perkembangan situasi. Teman-teman di SPBU juga sudah berusaha luar biasa keras untuk melayani,” tutur Nahrawi.
Banda Aceh – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh Nahrawi Noerdin menyebutkan, antrean panjang yang kerap terjadi di seluruh SPBU Aceh disebabkan karena disparitas harga jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tinggi.
"Dari sejumlah pertemuan yang digelar untuk membahas masalah ini, baik di Polda, di Kantor Gubernur, maupun di internal kami, disparitas harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi merupakan salah satu isu yang menjadi faktor utama. Perbedaan harga yang sangat signifikan tersebut memicu terjadinya migrasi konsumen ke BBM subsidi,” kata Nahrawi dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/1).
Menurutnya, migrasi tersebut tidak hanya dipicu masalah perbedaan harga, tapi juga karena kondisi perekonomian warga yang sedang sulit. Sehingga memicu masyarakat untuk mencari alternatif dengan pengeluaran yang lebih ekonomis.
"Faktor ekonomi, migrasi akibat disparitas harga, penyesuaian kuota bersubsidi dan masa adaptasi konsumen dalam penggunaan aplikasi myPertamina, harus diakui memang memberi pengaruh terhadap berlarutnya antrean ini,” sebutnya.
Ia menilai, rentetan antrean BBM ini begitu terasa karena terjadi di penghujung tahun. Di mana, wilayah-wilayah yang menjadi tujuan wisata mengalami peningkatan kendaraan karena banyak yang datang untuk liburan. Sehingga membuat permintaan BBM meningkat.
Nahrawi juga menyebut, semua pihak menaruh perhatian besar terhadap persoalan itu. Pemerintah Aceh juga telah menerbitkan surat edaran Gubernur Aceh yang mengatur kuota BBM bersubsidi bagi masyarakat.
“Polisi kita juga melakukan monitoring ketat untuk memantau perkembangan situasi. Teman-teman di SPBU juga sudah berusaha luar biasa keras untuk melayani,” tutur Nahrawi.
“Mudah-mudahan BPH Migas melalui Pertamina juga segera menambah kuota BBM bersubsidi untuk Aceh. Sehingga menjelang akhir musim liburan ini antrean di SPBU bisa segera kembali normal. Mudah-mudahan begitu,” tambahnya.










Komentar