Banyak Kendala, Petani Abdya Curhat ke Pj Bupati Saat Tanam Serentak

Banyak Kendala, Petani Abdya Curhat ke Pj Bupati Saat Tanam SerentakFoto: HabaAceh id/Julida Fisma
Pj Bupati Aceh Barat Daya Darmansah saat menghadiri acara tanam padi serentak di Aceh Barat Daya.

Blangpidie - Pejabat Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Darmansah menghadiri acara tanam serentak di Gampong Pisang, daerah setempat.

Sebelum memasuki acara puncak tanam padi perdana musim rendengan 2023, ia turut membuka ruang tanya jawab kepada petani setempat seputar persoalan yang dihadapi petani saat musim tanam tiba.

"Baik sebelum kita tutup kira-kira dari bapak dan ibu yang hadir ada yang bertanya," kata Darmansah saat menghadiri acara tanam padi serentak di Aceh Barat Daya, Kamis (2/2).

Mendapatkesempatan itu, beberapa anak tani yang hadir langsung mengacungkan tangan untuk bertanya.

"Pak bupati kami disini kekurangan sarana irigasi sehingga saat musim tanam, kami di Gampong Pisang selalu kekurangan air karena tidak ada irigasi," ujar Keuchik Gampong Pisang Dalwi kepada Pj Bupati Abdya.

Sehingga, tambah Dalwi, setiap musim tanam padi, para petani secara gotong royong membuat bendungan irigasi darurat dengan karung berisi bebatuan dan kerikil untuk mensuplai air ke sawah.

"Kami berharap adanya beronjong untuk buat bendungan sehingga air mudah masuk ke areal persawahan," pintanya.

Sementara Darmi, selaku ketua kelompok tani juga mengungkapkan kendala yang selama ini mereka hadapi.

"Sebenarnya banyak persoalan yang kami hadapi, mulai dari kekurangan Air, fasilitas irigasi rusak hingga kekurangan alsintan," tuturnya.

Selain itu, Keuchik Gampong Mon Mameh juga menuturkan kendala yang mereka hadapi.

"Sedimentasi irigasi, saluran yang rusak sehingga menjadi kendala bagi petani saat musim tanam tiba," tuturnya.

Menanggapi kendala para petani tersebut, Pj Bupati Abdya, Darmansah mengaku akan meninjau semua keluhan para anak tani.

"Insya Allah akan kita tinjau, dan menjadi catatan pada dinas masing-masing," ujarnya. 

Dan, kata Darman, pihaknya akan mencari solusi atas kendala yang dihadapi.

"Bagai mana kendala yang dihadapi ini bisa disampaikan dalam Musrenbang," katanya. 

Darman berharap kepada pihak dinas terkait agar dapat memilah persoalan yang dihadapi oleh petani.

"Nanti saat musrenbang harus dipilah- pilah, yang mana bisa ditangani oleh desa, oleh kabupaten, provinsi serta yang mana kewenangan pusat, sehingga tidak tumpang tindih," demikiannya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...