Editorial

Separuh Hati Menyehatkan Aceh

Separuh Hati Menyehatkan AcehFoto: Canva/HabaAceh.id

Kutipan dijadikan ibarat sebuah "ancaman"; tak ada uang tak diantar.

KUTIPAN - kutipan biaya di luar aturan oleh pihak Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh terhadap keluarga pasien masih saja terjadi. Berbagai alasan dicari untuk mengelabui. Mampu atau tidaknya keluarga yang diincar tak perlu dipikiri yang penting "cair". Kalau ketahuan cari jalan keluar, bila perlu dikembalikan.

Sebagai rumah sakit rujukan dan pendidikan di Aceh, ihwal ini sangat disesali dan semestinya tidak terjadi. Apalagi kata "Aceh Sehat" terpampang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh turunan dari visi-misi Pemerintah Aceh itu sendiri. 

Tetapi apa hendak dikata. Kutipan berkedok operasional masih menjadi alasan. Contoh terbaru dialami oleh satu keluarga asal Aceh Utara, yang hendak membawa pulang jenazah ayahnya setelah meninggal di RSUZA. Kutipan dijadikan ibarat sebuah "ancaman"; tak ada uang tak diantar. Biaya itu pun harus lunas sebelum jalan, tak boleh dibayar setelah sampai di tempat tujuan.

Secara hitung-hitungan, biaya operasional ambulans dan rasa lelah sang supir dari dan ke Banda Aceh - Aceh Utara memang  tidak memandang siapa yang diangkutnya. Jarak tempuh menjadi penentu. Tetapi, bukan kah semua operasional termasuk biaya makan dan gaji supir sudah ditanggung pemerintah? 

Sebagai rumah sakit pendidikan, edukasi kepada pasien atau keluarga seorang jenazah mestinya dikedepankan. Biaya-biaya yang ditanggung pemerintah dijelaskan, obat-obatan yang ditanggung BPJS disosialisasikan, bukan mencari keuntungan dari keluguan atau kebodohan pasien maupun  keluarga yang tengah berduka.

Sampel kasus yang dialami oleh keluarga asal Aceh Utara ini sudah selesai dan berakhir damai, semua biaya telah dikembalikan.   Pengembalian ini semoga bukan karena duluan ketahuan, tetapi benar-benar karena miskomunikasi antara bidang kemotoran dengan keluarga yang hendak diantar.  

Harapannya aib ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, sehingga wacana pemerintah untuk menyehatkan masyarakat Aceh melalui dinas terkait dan rumah sakit berjalan sesuai motto "Aceh Sehat", bukan dikerjakan separuh hati.

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...