Zulfikar SBY Sebut Pemain Persiraja yang Protes Gaji “Durhaka”

Zulfikar SBY Sebut Pemain Persiraja yang Protes Gaji “Durhaka”Foto: Rianza/HabaAceh.id
Presiden Persiraja Aceh, Zulfikar SBY.

“Kalau orang lain bayar 50 persen dari gaji, kita seratus persen kita bayar,” katanya.

Banda Aceh – Belakangan tersiar kabar terkait gaji para pemain Persiraja yang belum dibayar oleh manajemen klub. Bahkan, para pemain disebut telah melaporkan hal tersebut ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). 

Menanggapi hal itu, Presiden Persiraja Aceh, Zulfikar SBY, mengatakan terkait gaji, pihak manajemen jauh hari telah melakukan musyawarah dengan para pemain dan pelatih. Musyawarah itu dilakukan karena kondisi liga yang diliburkan tiba-tiba pasca tragedi Kanjuruhan, Malang. 

“Itu yang enggak bekerja apanya yang dibayar. Cuma satu orang itu (yang bilang gaji belum di bayar), si Saddam kan. Dia memang dari awal sudah enggak becus itu, durhaka sama orang tua. Karena memang dari awal sudah kita musyawarah, ini liga sudah dihentikan,” kata Zulfikar saat dikonfirmasi Haba Aceh.id, Kamis (26/1).

Zulfikar menyebutkan, saat musyawarah terkait libur liga dan gaji, para pemain Persiraja ramai yang senang. Karena ada kejelasan dari manajemen, sehingga bisa bermain turnamen antar kampung (tarkam) dan bisa masuk uang dari luar. 

“Sudah ada (kesepakatan sebelumnya) dengan pemain, dengan pelatih. Mungkin yang protes ini enggak ikut dia, mungkin ketiduran atau entah ke mana dia itu,” tuturnya.

Zulfikar juga menjelaskan, terkait kontrak pemain telah diatur oleh Liga Indonesia Baru (LIB). Kontrak setiap pemain harus dibuat lebih dari lima bulan, tidak boleh dibuat per satu bulan.

“Masalah kontrak dibuat sampai lima bulan lebih itukan LIB yang minta, bukan kita yang ini (tentukan), karena enggak boleh kita buat satu bulan satu bulan,” jelas Zulfikar.

“Ternyata LIB menghentikan liga, kecuali ada latihan mereka, ada ikut permainan ya kita harus bayar,” lanjutnya.

Ia menuturkan, sebulan terakhir sebelum para pemain diliburkan pihak manajemen masih membayar gaji para pemain secara penuh. Padahal mereka tidak bertanding lagi, melainkan cuma latihan. 

“Kalau orang lain bayar 50 persen dari gaji, kita seratus persen kita bayar,” katanya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...