WALHI Apresiasi Respon Cepat KLHK Tangani Kebauan di PT Medco
Foto: Dok. WALHI Aceh“Bayangkan kalau anak di sekolah, orang tua di rumah, pasti akan orang tua panik dan akan bertindak gegabah, ini bisa berdampak terhadap keselamatan nyawa seseorang,” katanya.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh mengapresiasi respon cepat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menangani pencemaran limbah udara dari proses produksi minyak dan gas milik PT Medco E&P Malaka.
Tim Pengendalian Pencemaran Udara (PPU) KLHK turun bertemu dengan warga, setelah kelompok perempuan Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmur bersama WALHI Aceh melaporkan kebauan tersebut yang telah banyak memakan korban perempuan, anak, ibu hamil hingga lansia.
“Kita menyambut baik niat baik KLHK yang turun langsung bertemu, berdiskusi dan mendengar keluhan warga terkait kebauan yang diduga bersumber dari proses produksi PT Medco,” kata Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, Jumat (20/1).
Ahmad Shalihin menyampaikan, kedatangan tim PPU KLHK berdiskusi dengan kelompok perempuan merupakan langkah maju atas perjuangan warga yang tinggal di lingkar tambang PT Medco E&P Malaka untuk mencari keadilan atas hak hidup sehat mereka.
“Ini merupakan kemenangan kecil dari warga yang tinggal di lingkar tambang PT Medco untuk memperjuangkan hak atas atas lingkungan hidup yang sehat,” ujarnya.
Tim PPU KLHK berjumlah dua orang yaitu Jamsen dan Ahmad didampingi WALHI Aceh bertemu langsung dengan perwakilan kelompok perempuan di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (18/1) di Gampong Blang Nisam. Tim juga meninjau ke sejumlah titik perumahan warga yang berdekatan dengan PT Medco E&P Malaka.
Dalam pertemuan itu, tim PPU KLHK menjaring aspirasi warga, dari kebauan, dampak kesehatan hingga pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan.
Ia menyebutkan, dalam pertemuan tersebut berbagai keluhan disampaikan oleh warga kepada tim PPU KLHK. Persoalan yang paling dominan muncul adalah dampak kebauan yang berakibat terganggu kesehatan hingga aktivitas ekonomi.
Sejak 2019 hingga akhir 2022 sudah 13 orang lebih yang menjadi korban, baik yang dirawat di Puskesmas maupun yang langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah Zubir Mahmud di Idi, Kabupaten Aceh Timur.
Keluhan mereka sesak nafas, mual, muntah-muntah, pusing, lemas hingga ada yang pingsan setelah menghirup bau busuk dari limbah proses produksi PT. Medco E&P Malaka. “Korbannya lagi-lagi kebanyakan adalah perempuan, anak-anak serta lansia yang berusia di atas 80 tahun,” jelasnya
Baru-baru ini, pada 2 Januari 2023, ada satu anak berusia 2 tahun dari Gampong Alue Patong harus dilarikan ke Puskesmas Alue Ie Merah dan satu orang dewasa mengalami sesak, mual-mual, muntah, pusing.
Untuk anak usia 2 tahun tersebut, pihak Puskesmas harus merujuk ke rumah sakit umum daerah Zubir Mahmud di Idi, karena tidak mampu ditangani di pusat kesehatan dasar.
Hal lain yang mengejutkan, lanjut dia, warga yang tinggal di sekitar tambang ternyata tidak mengetahui pengetahuan mitigasi tanggap darurat, bila sewaktu-waktu terjadi kebocoran atau kejadian luar biasa lainnya dari proses produksi minyak dan gas milik PT Medco E&P Malaka.
Menurutnya, seyogyanya warga yang tinggal di lingkar tambang wajib dibekali pengetahuan mitigasi, sehingga bila terjadi sesuatu dari proses produksi, dapat meminimalisir korban dan warga memiliki pengetahuan cara menyelamatkan diri.
Terlebih, sebut dia, bila kejadian luar biasa terjadi saat warga sedang beraktivitas di luar rumah. Ada anak yang sedang sekolah dan anggota keluarga lainnya tidak di bersama, harus memiliki pengetahuan cara menyelamatkan diri untuk mencegah banyak korban berjatuhan.
Termasuk titik kumpul untuk menyelamatkan diri dan pusat pertemuan keluarga saat berpencar karena kejadian luar biasa tersebut. Kata dia, berdasar keterangan warga, hingga sekarang pengetahuan tersebut tidak dimiliki oleh warga.
“Bayangkan kalau anak di sekolah, orang tua di rumah, pasti akan orang tua panik dan akan bertindak gegabah, ini bisa berdampak terhadap keselamatan nyawa seseorang,” katanya.







Komentar