Walhi: Banjir di Aceh Terjadi Tiap 8 Hari Sekali
Foto: Rianza/HabaAceh.id"Nah, apa yang bisa dihasilkan oleh rakyat Aceh yang mayoritas sebagai petani kalau setiap delapan hari sekali tertimpa banjir. Otomatis kemiskinan Aceh yang sudah sedemikian parah maka semakin dalam," ujarnya.
Banda Aceh — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mencatat sebanyak 42 musibah banjir melanda Aceh sepanjang tahun 2022. Bila di rata-ratakan banjir di Aceh terjadi setiap delapan hari sekali.
"Dengan total yang pernah kita catat itu sudah 42 kejadian. Kalau kemudian satu tahun 42 kali banjir, kalau di rata-ratakan berarti 8 hari sekali kita dilanda banjir," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Shalihin, dalam konferensi pers Pokja Lima terkait cacatan kritis tahun 2022 di Kantor MaTA, Selasa (17/1).
Shalihin mengatakan, Aceh saat ini termasuk daerah yang mengalami darurat ekologis. Karena selama setahun terakhir Aceh sangat sering dilanda musibah banjir.
Ia mengkhawatirkan musibah banjir yang kerap terjadi di berbagai daerah Aceh akan semakin memperparah angka kemiskinan di tanah rencong. Hal itu karena mengingat rata-rata perekonomian masyarakat bersumber dari hasil pertanian.
"Nah, apa yang bisa dihasilkan oleh rakyat Aceh yang mayoritas sebagai petani kalau setiap delapan hari sekali tertimpa banjir. Otomatis kemiskinan Aceh yang sudah sedemikian parah maka semakin dalam," ujarnya.
Selain itu, Shalihin juga menyorot pola penanganan bencana oleh Pemerintah Aceh yang selama ini masih bersifat reaktif. Di mana, baru melakukan proses tanggap darurat saat bencana sudah terjadi.
"Kadang-kadang kita masyarakat sipil dan mahasiswa juga latah, ikut mengumpulkan baju bekas, memberikan mie, bersama-sama pemerintah kemudian kita membenarkan perilaku salah itu," sebutnya.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Aceh mulai saat ini harus merespon setiap bencana alam di Aceh secara proaktif. Caranya yaitu dimulai dari mengevaluasi kembali kebijakan tata ruang.
"Mulai dari kebijakan tata ruang. Di mana kita tidak mau lagi ruang yang rawan bencana dialokasikan untuk pemukiman," katanya.







Komentar