Walhi Aceh: Harimau Serang Warga karena Habitatnya Semakin Terganggu
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Ini menjadi salah satu indikator dan warning juga ke pemerintah dan pemangku kepentingan, bahwa kondisi hutan itu sudah tidak lagi nyaman untuk ditinggali oleh satwa,” kata Solihin
Banda Aceh – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh mengatakan, kasus warga diserang harimau diakibatkan karena habitatnya sudah semakin terganggu, sehingga tidak lagi nyaman untuk ditinggali.
Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Ahmad Solihin mengatakan, dua insiden konflik harimau dengan warga di Aceh Selatan dapat menjadi alarm bagi pemerintah, bahwa ekosistem hutan di Aceh sudah terancam untuk keberlangsungan hidup satwa liar.
“Ini menjadi salah satu indikator dan warning juga ke pemerintah dan pemangku kepentingan, bahwa kondisi hutan itu sudah tidak lagi nyaman untuk ditinggali oleh satwa,” kata Solihin kepada HabaAceh.id, Jumat (3/2).
Menurut Solihin, ekosistem harimau murni berada hutan, jika hutannya sudah terganggu maka tak jarang harimau harus keluar hingga ke pemukiman dan perkebunan warga.
“Sehingga kemudian memicu konflik antara satwa dan manusia,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Solihin, perlu adanya penanganan serius dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan satwa dilindungi itu tidak lagi masuk ke perkampungan.
Kemudian, BKSDA juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bagaimana bersikap bila tiba-tiba berjumpa dengan satwa liar di suatu tempat.
“Hari ini korbannya manusia, bisa jadi di lain waktu korbannya adalah satwa. Jadi itu harus segera diantisipasi oleh BKSDA,” ucapnya.
Solihin menuturkan, pemerintah dalam hal ini juga harus mengambil langkah serius agar habitat atau koridor satwa tidak semakin terganggu dengan berbagai perizinan perkebunan atau tambang yang mengancam habitat hewan liar.
Selain itu, kata dia, koordinasi antar instansi seperti DLHK, BKSDA dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian yang sama seperti di Aceh Selatan.
“Agar kejadian serupa tidak lagi terulang yang semakin memperpanjang daftar korban dan daftar kejadian konflik antara satwa dan manusia,” pungkasnya.





Komentar