Sekda: Pemberantasan Polio di Aceh Selatan Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sekda: Pemberantasan Polio di Aceh Selatan Jadi Tanggung Jawab BersamaSekda Aceh Selatan, Cut Syazalisma jumpa pers di sela-sela kegiatan Sub PIN polio Aceh.
Foto: HabaAceh.id/Julida Fisma

“Temuan kasus Polio di Kecamatan Mane Pidie Aceh menjadikan Aceh ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh gubernur Aceh dan KLB Indonesia oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Aceh Selatan - Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan Cut Syazalisma mengemukakan bahwa pemberantas virus polio bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan, melainkan tanggung jawab semua pihak agar para generasi penerus bisa terbebas dari penyakit lumpuh layu.

"Bahwa pemberian tetes manis sebagai perlindungan anak-anak kita dari bahaya kelumpuhan polio ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tapi perlu dukungan dari semua elemen masyarakat dan pemangku kebijakan di Aceh Selatan,” ujar Cut Syazalisma saat pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di SD 7 Tapak Tuan, Senin (12/12).

Menurut dia, pada 2014, Indonesia sudah bebas dari kasus polio, sehingga keadaan tersebut perlu dipertahankan dengan peningkatan cakupan imunisasi.

“Temuan kasus Polio di Kecamatan Mane Pidie Aceh menjadikan Aceh  ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh gubernur Aceh dan KLB Indonesia oleh Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap kepada semua pihak untuk mendukung kegiatan imunisasi polio agar dapat berjalan lancar sesuai dengan target capaian yang diharapkan.   

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Fakhrizal menyampaikan, imunisasi polio selama Sub PIN polio menyasar 47.035 anak usia 0-12 tahun di Aceh Selatan.

“Sasaran kita untuk 47.035 anak dengan pelaksanaanya dimulai hari ini hingga berakhir 19 desember 2022,” ujarnya.

Fakhrizal menjelaskan, dalam rangka menyukseskan kegiatan imunisasi polio pihaknya menggerakan petugas kesehatan dari 24 Puskesmas untuk turun ke sekolah dan gampong di Aceh Selatan.

“Mobil Keliling Puskesmas, gerak kader dan pertemuan dengan kepala sekolah sudah kita lakukan dengan harapan minimal 95 persen dari 47.035 anak mendapatkan tetes manis polio,“ demikiannya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...