Tersinggung Ucapan Istri, Pria Aceh Selatan Bacok 4 Orang Sekeluarga
Foto: istimewaAkibat perbuatan pelaku abang iparnya meninggal dunia di Puskesmas Seubadeh saat menjalani perawatan medis, sedangkan istri dan dua orang kakak iparnya masih dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Aceh Selatan - Seorang pria di Aceh Selatan, J membacok istrinya karena tersinggung dengan ucapan korban. J ikut membacok tiga iparnya serta seorang polisi.
"Peristiwa berdarah itu terjadi pada hari Senin (12/12) sekitar pukul 16.00 WIB, di mana awalnya pelaku cek cok mulut dengan istrinya Hafnidar di dapur rumah mereka," ungkap Kasatreskrim Polres Aceh Selatan Iptu Deno Wahyudi kepada HabaAceh.id, Rabu (13/12).
Pembacokan itu diduga dipicu ucapan istrinya, Haf (41) yang menyebut pelaku sebagai biek hana get (keturunan yang tidak baik). Usai mendengar umpatan tersebut, pelaku mengejar istrinya sembari mengambil sebuah gunting yang berada didekatnya langsung menikam istrinya di bagian kepala sampai terjatuh ke lantai.
Mendengar ada suara teriakan korban, sambung Iptu Deno, Mustawa abang ipar pelaku yang saat itu sedang berbaring di ruangan tamu menuju ke dapur dengan tujuan melerai percek-cokan antara pelaku dan istrinya. Namun pelaku ini malah membacok Mustawa yang mengenai bagian dadanya.
Kemudian sambung Deno, Nurhadisah yang saat itu berada di lantai dua rumah turun ke bawah dan Ros Mawar dari arah dapur berlari ke arah korban Hafnidar dan Mustawa dengan niat menolong mereka, akan tetapi pelaku juga ikut membacok kedua kakak iparnya itu.
"Kedua korban Nurhadisah dan Ros Mawar ini masih sanggup bangun dan meminta bantuan kepada masyarakat, sedangkan pelaku setelah menusuk semua korban naik ke lantai dua rumah mereka dengan niat bersembunyi di sana," katanya.
Kata Deno, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat, personel Satreskrim Polres Aceh Selatan langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk menangkap pelaku.
"Pada saat pelaku hendak kita tangkap, dia berusaha melakukan perlawanan dengan mengayunkan sebilah parang kearah petugas kita dan mengenai telinga seorang anggota kita Aipda Rudiansyah," jelasnya.
Karena pelaku melakukan perlawanan, kata dia, sehingga polisi terpaksa melepaskan timah panas terukur kearah paha dan bagian kaki kanan pelaku.
"Usai berhasil kita lumpuhkan, kemudian pelaku kita bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara akibat perbuatan pelaku abang iparnya meninggal dunia di Puskesmas Seubadeh saat menjalani perawatan medis, sedangkan istri dan dua orang kakak iparnya masih dirawat di rumah sakit," ujarnya.









Komentar