Polisi Masih Menyelidiki Kematian Tahanan BNNP Aceh
Foto: Min/HabaAceh.id"Penyelidikan masih terus berlangsung dengan memintai keterangan sejumlah saksi," kata Dirkrimum Kombes Pol Ade Arianto
Banda Aceh - Penyelidikan kematian DY tahanan BNNP yang diduga dianiaya sebelum meninggal dunia masih terus berlanjut. Sejumlah saksi mulai dari pihak pelapor, terlapor dan beberapa dokter sudah dimintai keterangan oleh Penyidik Polda Aceh
"Penyelidikan masih terus berlangsung dengan memintai keterangan sejumlah saksi," kata Dirkrimum Kombes Pol Ade Arianto kepada HabaAceh.id saat mendampingi Irjen Pol Ahmad Haydar pada kegiatan Jumat Curhat Kapolda Aceh, Jumat (30/12).
Menurut Ade Arianto, dalam menangani perkara itu pihaknya juga berkoordinasi dengan dokter forensik, termasuk para dokter yang menangani DY sebelum meninggal dunia. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah DY meninggal diawali penganiayaan.
Ade menambahkan, hasil ronsen tidak ditemukan adanya patah tulang atau cedera lain. Lebam-lebam di tubuh DY belum dapat menggambarkan apakah karena penganiyaan. Pengguna berat narkoba, kata Ade, juga dapat membuat kulit seseorang menjadi lebam.
"Karena ada saksi dari tahanan satu kamar dengan almarhum, tau persis bagaimana ketergantungan almarhum terhadap narkoba," ujarnya.
"dokter BNN yang merawat sampai dengan dokter di RS Bhayangkara dan dokter RS Jiwa, sebelumnya juga sangat intens merawat DY sebelum meninggal dunia," tambahnya.
Ditanya soal rencana autopsi ulang jenazah DY, Ade Arianto mengatakan pihaknya juga masih berkoordinasi dengan dokter forensik.
"Intinya kita terus berkoordinasi dan penyelidikan masih berjalan," ungkapnya.
Sebelumnya, seorang tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh berinisial DY (39), meninggal dunia dengan kondisi luka lebam disekujur tubuh. Pihak keluarga menduga DY meninggal karena dianiaya.
DY merupakan warga Gampong Lamteumen, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. DY ditangkap pada 6 Desember 2022 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. DY ditangkap oleh petugas BNNP Aceh karena terlibat kasus sabu-sabu.
Untuk membuktikan dugaan ini, pihak keluarga bahkan bersedia jenazah DY diautopsi kembali. Abang kandung DY, Irfan mengatakan, permintaan autopsi itu telah disepakati pihak keluarga setelah berkonsultasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh.
Sementara pihak BNN membatah telah menganiaya DY sebelum meninggal. Kepala BNNP Aceh Brigjend Pol IR Sukandar menjelaskan, korban meninggal dunia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) setelah sebelumnya juga sempat dirawat semalaman di Rumah sakit Bhayangkara Polda Aceh.
"Dari sana (RS Bhayangkara) sudah dirawat semalam, pagi atau siang itu dibawa kemari (BNN) dipertemukan dengan istri dan keluarganya," kata Sukandar, Jumat (30/12).







Komentar