Cegah Antrean Panjang di SPBU
Pj Walkot Lhokseumawe: Yang Kaya Jangan Pakai BBM Subsidi
Foto: Muliyadi/HabaAceh.id“Kita mengimbau warga agar menggunakan bahan bakar subsidi sesuai peruntukannya. Jadi yang kaya jangan pakai subsidi,” pungkasnya.
Lhokseumawe - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar mengalami kelangkaan di kawasan Kota Lhokseumawe. Dampaknya, antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU hingga mengakibatkan terjadi kemacetan.
Amatan HabaAceh.id, kelangkaan solar dan pertalite itu hampir terjadi diseluruh SPBU di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Salah satu antrean panjang hingga ke badan jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh terjadi di SPBU Cunda Lhokseumawe.
Selain itu antrean juga terlihat di SPBU Kuta Blang, SPBU Blang Panyang, SPBU Batuphat dan SPBU Pusat Kota, Kota Lhokseumawe. Sedangkan di Aceh Utara, antrian terjadi di SPBU Krueng Geukuh dan SPBU Meunasah Aron.
Salah seorang Sopir Truk, Maimun Saleh (45), menyebutkan, akibat kelangkaan tersebut membuat dirinya tidak bisa bekerja.
“Saya sudah seharian mengantri sambil menunggu mobil pertamina untuk memasok solar ke SPBU ini,” katanya saat ditemui sedang mengantri di SPBU Cunda, Lhokseumawe, Selasa (3/1).
Menurut Maimun, kekosongan BBM tersebut sudah berlangsung sejak kemarin. Sehingga ia terpaksa harus mengantre demi mendapatkan solar agar bisa lanjut bekerja.
“Kami meminta Pj Walikota Lhokseumawe, untuk dapat memastikan ketersedian bahan bakar pada PT Pertamina Persero. Jika terjadi kelangkaan seperti ini tentu kami tidak bisa bekerja dan tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Secara terpisah Pj Walikota Lhokseumawe, Imran, mengatakan dirinya belum menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan kecurangan penyaluran bahan bakar di Kota Lhokseumawe.
“Saya belum terima informasi soal dugaan distribusi BBM subsidi. Tapi saya mengetahui ada antrian panjang di sejumlah SPBU,” katanya.
Imran menyebutkan, pihaknya nanti bakal melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Kita mengimbau warga agar menggunakan bahan bakar subsidi sesuai peruntukannya. Jadi yang kaya jangan pakai subsidi,” pungkasnya.








Komentar