Pertalite Sering Kosong di SPBU Pidie
Foto: Muhammad Isa/HabaAceh.idSigli - Stok pertalite dan solar di Kabupaten Pidie sering kosong. Antrean di SPBU akan terlihat panjang ketika BBM bersubsidi tersebut tersedia.
Pantauan HabaAceh.id, Selasa (3/1), di SPBU Pertamina Beureunuen, antrean cukup panjang untuk jalur pengisian pertalite kendaraan roda empat dan dua sampai memakan bahu jalan raya hingga ratusan meter.
"Tiap isi pertalite dipastikan selalu harus antre," ujar salah satu pemotor Teuku Rajudin warga Glumpang Baro.
Menurutnya, BBM pertalite tidak selalu tersedia di SPBU bahkan sering kosong. Pihak SPBU juga kerap memasang papan informasi bertuliskan 'Pertalite akan kembali tersedia'.
"Pernah ngantre sekitar 40 menit, namun begitu tiba giliran saya, petugas pengisian di SPBU mengatakan pertalitenya sudah habis," ujarnya.
Setelah stok Pertalite dan Biosolar habis, maka kondisi SPBU pun menjadi lengang tanpa antrean panjang kendaraan.
Seperti halnya di SPBU di Blok Sawah Kota Sigli, terpantau jalur BBM bersubsidi kosong tanpa antrean kendaraan apapun. Demikian halnya di SPBU Bambi dan Pulo Pisang, kendaraan hanya tampak di jalur Pertamax dan hampir tidak ada antrean. Hanya satu-dua kendaraan motor yang terlihat.
Salah satu konsumen yang sedang mengisi BBM mengaku aneh, selama ini lebih mudah mendapatkan pertalite di kios pengecer daripada di SPBU.
"Coba lihat di kios-kios, pasti dengan mudah kita dapat membeli pertalite dalam kemasan air mineral dengan harga perliter Rp 12.000," katanya.
Diketahui harga BBM pertalite di SPBU dijual Rp 10.000, bio solar Rp 6.800, dan pertamax Rp 13.900. Sedangkan pertamax turbo Rp 15.200, Dexlite Rp 18.300 dan Pertadex Rp 18.800.[Muhammad Isa]








Komentar