Kepala BKKBN: Angka Stunting Aceh Tenggara Harus Turun Drastis Pada 2023

Kepala BKKBN: Angka Stunting Aceh Tenggara Harus Turun Drastis Pada 2023Foto: M Eko Saputra/HabaAceh.id
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

"Upaya yang sudah kita lakukan yaitu, dengan cara pelayanan posyandu, penyuluhan kepada calon pengantin, pelaksanaan imunisasi, dan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting, ibu hamil, dan balita," kata Syakir.

Aceh Tenggara - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Republik Indonesia, Hasto Wardoyo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara.

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka percepatan penurunan stunting, dan sekaligus menghadiri peluncuran gerakan Pejabat Lawan dan Atasi Stunting (Pelawat) yang digagas Pemkab Aceh Tenggara.

"Karena Aceh masih menjadi 7 besar provinsi stunting yang tinggi, sedangkan untuk di Aceh Tenggara sendiri masih 33 persen, " kata Hasto, Jumat (13/1).

Hasto, berharap dengan segala fasilitas dan anggaran yang tersedia, Pemkab Aceh Tenggara dapat menurunkan stunting secara drastis.

"Saya berharap stunting di Aceh Tenggara turun drastis di tahun 2023," kata Hasto. 

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Tenggara, Syakir mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan dan percepatan penurunan angka stunting di tahun 2022.

"Upaya yang sudah kita lakukan yaitu, dengan cara pelayanan posyandu, penyuluhan kepada calon pengantin, pelaksanaan imunisasi, dan melakukan pendampingan kepada keluarga beresiko stunting, ibu hamil, dan balita," kata Syakir.

Dijelaskan Syakir, upaya yang dilakukan tahun 2022 berdasarkan data BKKBN dan Dinas Kesehatan Aceh Tenggara per 31 Desember 2022, yaitu prevelensi stunting mengalami penurunan menjadi 11,47 persen dari total 18.244 balita di Aceh Tenggara.

Syakir menyebut, ada beberapa kecamatan yang masih memiliki angka stunting tinggi, yaitu Kecamatan Ketambe, Bukit Tusam, Lawe Bulan, Semadam Babul dan Makmur.

Dalam program gerakan Pelawat, kata Syakir, pemerintah akan menunjuk pejabat sebagai orang tua asuh, yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

"Dengan adanya gerakan pelawat ini diharapkan dapat menurunkan angka prevelensi stunting secara signifikan di desa masing-masing, khususnya di Aceh Tenggara," ujar Syakir. (M Eko Saputra).

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...