Ikut Lindungi Satwa, MPU Aceh Terbitkan Fatwa

Ikut Lindungi Satwa, MPU Aceh Terbitkan FatwaFoto: Dok, istimewa

"Kita berinisiatif untuk ikut serta menjaga ekosistem hewan supaya bisa terlindungi," kata Lem Faisal.

Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah menerbitkan fatwa hukum dan tausiyah tentang perburuan dan perdagangan satwa liar. Fatwa itu dikeluarkan atas pertimbangan banyaknya peristiwa konflik satwa-manusia di Aceh.

Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali, mengatakan fenomena perburuan satwa liar saat ini tidak lagi memperhatikan ketentuan yang berlaku baik dalam agama maupun aturan perundang-undangan.

"Kita berinisiatif untuk ikut serta menjaga ekosistem hewan supaya bisa terlindungi. Karenanya kita rumuskan fatwa hukum Islam, kita tinjau dari segi agama dan juga dari regulasi negara yang sudah berlaku," ujar Tgk Faisal yang akrab disapa Lem Faisal kepada HabaAceh.id, Banda Aceh, Rabu (1/2).

Lem Faisal menjelaskan, semua binatang yang ada di Aceh baik hewan yang diharamkam dalam Islam seperti babi, anjing dan sejenisnya juga tidak luput dari perhatian MPU Aceh saat merumuskan fatwa tersebut.

Karena, kata dia, setelah melewati pengkajian ternyata hewan liar yang diharamkan seperti babi dan hewan sejenisnya, sangat erat kaitan dengan keberlansungan ekosistem hewani di hutan.

"Bukan dalam arti kita melindungi babi, tapi kita ingin mencari keseimbangan. Sebagian binatang perlu dijaga ekosistemnya sehingga binatang-binatang yang ada di hutan itu mendapat rezeki, dia tidak akan turun ke kawasan masyarakat untuk menerkam kambing atau ternak warga," tuturnya.

Disamping itu, kata Lem Faisal, ulama-ulama di Aceh juga turut serta mensosialisasikan fatwa hukum Islam tentang perburuan dan perdagangan satwa liar tersebut.

Upaya sosialisasi itu, kata dia, akan difokuskan ke daerah-daerah yang selama ini tingkat konflik satwa liar dengan masyarakat berlansung intens atau sering terjadi.

"Di dalam rumusan kita, ada sekitar 13 kabupaten/kota yang bersinggungan dengan satwa liar. Daerah-daerah rawan konflik dengan satwa liar ini menjadi fokus sosialisasi kita," pungkasnya. (Akhyar)

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...