Harga Beras di Aceh Tamiang Naik, Warga Pilih Beli Eceran
Foto: Zulfitra/HabaAceh.id"Sejak naik kemarin, belinya gak lagi karungan tetapi eceran, yang penting semuanya bisa dapat. Sebab, masih banyak lagi kebutuhan lainnya yang mesti terpenuhi," katanya.
Aceh Tamiang - Harga beras di Aceh Tamiang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga beras berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu perkarung.
Seorang pedagang, Zainal mengatakan, harga beras mengalami kenaikan sejak Rabu (11/1) kemarin. Beras kualitas premium ukuran 15 kilogram naik dari Rp 174 ribu menjadi Rp200 ribu perkarung.
"Itu untuk jenis beras Ramos. Kalau jenis ST, atau yang di bawah Ramos, saat ini sudah Rp 180 ribu perkarung, sebelumnya Rp155 ribu," katanya, Jumat (13/1).
Zainal memprediksi, kenaikan harga beras kemungkinan akan terus terjadi. Hal itu disebabkan ketersediaan bahan pokok beras disejumlah distributor mulai berkurang.
Di samping itu, kenaikan harga dipicu akibat petani padi di setiap daerah saat ini baru mulai menanam. Sehingga, pasokan gabah dari para petani berkurang karena belum memasuki masa panen.
"Ya itu mungkin jadi penyebabnya juga. Karena pasokan utamanyakan muaranya dari petani padi, kalau tidak ada pasokan dari petani pasti kosong stok di distributor," ujarnya.
Selain beras, Zainal menambahkan, kenaikan harga juga diikuti hampir semua jenis sayuran. Ia mengaku, rata-rata kenaikannya antara Rp2.000 hingga Rp3.000 rupiah disetiap perkilogramnya.
"Semuanya naik (sayuran). Sudah sejak kemarin," ujarnya.
Sementara itu, dampak kenaikan sejumlah bahan pokok tersebut mulai dikeluhkan sebagian ibu rumah tangga di Aceh Tamiang, satu diantaranya adalah Suwaibah (34).
Akibat kenaikan itu, dia saat ini membeli beras secara eceran. Hal itu dilakukannya agar tetap bisa membeli kebutuhan pokok lainnya.
"Sejak naik kemarin, belinya gak lagi karungan tetapi eceran, yang penting semuanya bisa dapat. Sebab, masih banyak lagi kebutuhan lainnya yang mesti terpenuhi," katanya.
"Di samping kebutuhan pokok, kami juga masih mempunyai kebutuhan lainnya, seperti biaya anak sekolah dan lainnya. Kalau sampai harga kebutuhan pokok terus naik, secara otomatis akan mempengaruhi yang lain," timpalnya.
Dia berharap pemerintah dapat membantu mencari solusi serta mengontrol seluruh harga kebutuhan pokok di daerah itu.
"Selain makan, anak kami juga butuh pendidikan dan butuh kesehatan. Jadi kami berharap pemerintah dapat sesegera mungkin menyikapi hal ini," ujarnya.







Komentar