Harga Ikan Segar di Aceh Barat Naik Akibat Dampak Cuaca Buruk
Foto: Alfian/HabaAceh.id“Seperti sepekan lalu, ada kapala nelayan yang hancur dihempas angin dan ombak. Jadi, banyak nelayan sangat waspada dalam berlayar," ucapnya.
Aceh Barat - Harga jual beberapa jenis ikan laut segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, mengalami kenaikan akibat faktor cuaca buruk.
Salah seorang pedagang, Nanda Saputra, mengatakan persediaan ikan kini semakin menipis lantaran sejumlah nelayan masih enggan melaut akibat kondisi badai dan gelombang tinggi.
“Sekarang harganya mahal dan ikan juga cukup langka, apalagi dengan permintaan yang terus meningkat karena musim maulid di Aceh Barat,” katanya pada HabaAceh,id, Senin (19/12).
Kenaikan harga ikan segar tersebut meningkat sekitar 20 persen dari harga normal. Seperti, ikan dencis dari harga Rp 20 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu per kilonya. Kemudian, ikan skala dari harga Rp 28 ribu kini dijual Rp 40 ribu per kilo. Ikan mancilak atau mata besar dari Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Selanjutnya, ikan kembung kualitas sedang dari Rp 50 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram, sementara untuk ikan campur yang dijual di dalam ember isi 15 kilogram dari harga Rp 120 ribu kini dijual Rp 150 ribu.
Kendati harga mulai melonjak naik, kata Nanda, para pedagang di sana belum berencana memasok ikan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
“Diprediksi harga ikan bisa murah saat ada nelayan lokal yang pulang melaut bersamaan, tapi ikan berpotensi naik saat cuaca masih belum aman untuk melaut,” ungkapnya.
Salah seorang nelayan, Bustami, tak menapik alasan para nelayan enggan turun melaut akibat cuaca buruk. Bahkan, mereka yang telah menimbun kebutuhan pangan untuk melaut terpaksa menunda keberangkatan.
“Seperti sepekan lalu, ada kapala nelayan yang hancur dihempas angin dan ombak. Jadi, banyak nelayan sangat waspada dalam berlayar," ucapnya.








Komentar