Bahas Pengungsi Rohingya, UNHCR dan IOM Temui Pj Bupati Pidie
Foto: M Isa/HabaAceh.idSigli - Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia, Ann Maymann, memuji respons Pemerintah Pidie dalam menangani imigran Rohingya. Serta rasa kemanusian masyarakat setempat dinilai sangat baik.
Pernyataan tersebut diungkapkan saat perwakilan UNHCR dan IOM Indonesia bertemu Penjabat (Pj) Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, di rumah dinasnya dalam rangka membahas membahas pengungsi Rohingya. Kamis (5/1).
"Kami memberi apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Pidie, atas penanganan kemanusiaan terhadap imigran Rohingya dan kami menyampaikan terima kasih," ujar Ann.
Dia mengatakan, UNHCR bersama IOM akan meregistrasi seluruh imigran tersebut sekaligus memberi bantuan kebutuhan dasar seperti penyediyaan air bersih, makanan, hingga akses pendidikan untuk anak-anak imigran.
Dalam pertemuan tersebut, Pj Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, menyampaikan penanganan terhadap imigran Rohingya sempat menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat, karena dinilai berperilaku jelek sehingga menyulitkan pemerintah dalam penanganannya.
Namun demikian, ia berterimakasih kepada pihak perwakilan UNHCR dan perwakilan IOM Indonesia karena telah datang ke Pidie untuk menangani imigran Rohingya.
"Menjadi tanggungjawab kita bersama dalam memberi penanganan kemanusiaan terhadap imigran Rohingya yang terdampar di Kabupaten Pidie," sebut Pj Bupati.
Sebagaimana diketahui sebanyak 174 imigran Rohingya terdampar di perairan Laweung setelah mengarungi Selat Malaka dan mendarat di kawasan pantai Ujong Pi, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie pada 26 Desember 2022 lalu.
Selanjutnya mereka ditampung di gedung SMPN 2 Cure, kemudian Minggu (1/1) dipindahkan ke bekas panti asuhan Mina Raya milik Dinas Sosial Kabupaten Pidie, di Kecamatan Padang Tiji. (Muhammad Isa)








Komentar