Antisipasi Maraknya Pencurian, PDAM Sarankan Warga Beton Meteran Air
Foto: Rianza/HabaAceh.id“Warga harus membuat pengaman atau dicor (dibeton) tiang-tiang water meternya supaya pelaku tidak mudah mengambil water meternya. Atau bisa juga dibuat kerangkeng di water meternya,” kata Syahnan.
Aceh Besar – Warga Aceh Besar khususnya di kawasan Kecamatan Baitussalam dibuat resah dengan maraknya pencurian meteran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Padahal letak meteran tersebut rata-rata berada di depan dan samping rumah pelanggan.
Kasub Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Teuku Syahnan mengatakan, guna mencegah maraknya pencurian itu warga diminta agar lebih waspada. Bahkan, bila perlu pelanggan membeton alat pengukur volume pemakaian air tersebut supaya lebih aman.
“Warga harus membuat pengaman atau dicor (dibeton) tiang-tiang water meternya supaya pelaku tidak mudah mengambil water meternya. Atau bisa juga dibuat kerangkeng di water meternya,” kata Syahnan kepada HabaAceh.id, Senin (30/1).
Syahnan meminta warga agar segera melapor ke Polsek daerah setempat apabila merasa kehilangan meteran air. Kemudian, pihaknya akan mengganti meteran yang dicuri dengan meteran air yang baru secara gratis.
“Kita memberi kemudahan kepada warga yang kehilangan water meter mereka cukup melapor ke Polsek setempat, kemudian diberikan surat berita kehilangan lalu diserahkan ke kita untuk dikeluarkan meteran baru,” ujar Syahnan.
“Sebenarnya water meter ini untuk yang baru harganya Rp 550 ribu, tetapi kalau ada surat keterangan hilang kita gratiskan untuk warga,” lanjutnya.
Sebelumnya, kasus pencurian meteran air PDAM dilaporkan marak terjadi di kawasan Aceh Besar. Dalam dua pekan terakhir sejumlah meteran air milik warga raib digondol maling.
“Dalam dua pekan ini ada masuk laporan ke saya sekitar enam warga, yang kehilangan water meter PDAM Tirta Mountala di seputaran wilayah Kajhu,” kata Kasub Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Teuku Syahnan, kepada HabaAceh.id, Jumat (27/1).
Syahnan menyebutkan, dalam kasus pencurian itu para pelaku biasanya mengincar rumah-rumah warga yang kosong dan rumah tidak memiliki pagar pengaman.
“Rumah warga yang berasal dari luar daerah juga. Kemudian rumah-rumah yang sepi penghuni dan rumah yang meterannya mudah diambil,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang korban di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Mufti Tamren, mengatakan meteran air miliknya hilang pada malam hari saat sedang terlelap tidur. Dirinya baru menyadari kehilangan meteran air ketika hendak mandi pagi.
“Mungkin kejadiannya sekitar jam 03.00 WIB malam. Paginya pas mau mandi tiba-tiba air udah enggak ngalir lagi ke kamar mandi. Saya cek keluar air udah berhamburan gitu, enggak ada lagi meterannya,” kata Mufti.









Komentar