73 Anak Stunting di Abdya Butuh Penanganan Mendesak
Foto: HabaAceh.id/Julida Fisma"Progam ibu asuh untuk anak stunting ini merupakan pilot project, sehingga ini menjadi salah satu upaya kita untuk menangani kasus stunting dan gizi buruk di Abdya," ungkapnya.
Blangpidie - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPKK) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyebutkan sebanyak 73 orang anak stunting dalam wilayah kabupaten setempat dalam kondisi mendesak untuk ditangani.
"Untuk saat ini 73 anak stunting di Abdya berkondisi mendesak yang harus ditangani," ujar Ketua TPKK Abdya, Zulhijjah Darmansah di acara peluncuran Gerakan Ibu Asuh Abdya (GIAA) di Kantor Bupati Abdya, Selasa (3/1).
Dia menjelaskan, anak menderita stunting berjumlah 1.042 orang yang tersebar pada 13 Puskesmas di sembilan kecamatan, Kabupaten Abdya.
"Dari 1.042 orang anak stunting yang ada di Abdya hanya 73 anak stunting berkondisi mendesak yang harus ditangani," ujarnya.
Lanjut Zulhijjah, program GIAA ini merupakan upaya dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting oleh TP-PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP).
"Progam ibu asuh untuk anak stunting ini merupakan pilot project, sehingga ini menjadi salah satu upaya kita untuk menangani kasus stunting dan gizi buruk di Abdya," ungkapnya.
Pelaksanaan program ibu asuh dilaksanakan selama tiga bulan. Untuk tahap awal dimulai dari bulan Januari hingga Maret 2023, dengan memberikan uang tunai sebesar Rp300 ribu per anak.
Sebagai orang tua, kata Zulhijjah, ini akan menjadi pembelajaran dan evaluasi bahwa kasus anak stunting bukan isu belaka melainkan satu kendala kesehatan yang sangat berdampak kepada tumbuh kembang anak.
"Ini adalah tugas kita bersama untuk bersinergi serta bahu-membahu dalam menjamin kesehatan anak-anak kita, sehingga anak-anak di Kabupaten Abdya yang sudah terindikasi stunting mendapatkan pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup dan seimbang serta tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa serta negara," katanya.
Dia berharap, program ibu asuh dapat diikuti dan ditindaklanjuti oleh instansi pemerintah lainnya, lembaga dan organisasi kemasyarakatan di Abdya.
"Sehingga dengan bergotong-royong semua elemen masyarakat dapat mempercepat penurunan angka stunting di Abdya," demikian Zulhijjah.









Komentar