Zulfikar Janji Akan Bayar Sisa Akuisisi Persiraja kepada Dek Gam
“Kemudian saya bilang gimana potong cek sedangkan uang enggak ada. Beliau bilang insyaAllah ada uang nanti, ada dari subsidi PSSI, subsidi dari Liga Indonesia Baru ada Rp 800 juta katanya,” tambahnya.
Banda Aceh – Presiden Persiraja Aceh, Zulfikar SBY, berjanji akan melunasi sisa pembelian saham 80 persen PT. Persiraja Lantak Laju senilai Rp 650 juta kepada pemilik lama, Nazaruddin Dek Gam.
“Saya berniat ingin menyelesaikan kewajiban itu yang Rp 650 juta. Kita selesaikan saja kita cari caranya,” kata Zulfikar dalam konferensi pers di Stadion H Dimurtala Lampineung, Banda Aceh, Jumat (20/1).
Dalam melunasi sisa pembelian saham itu, Zulfikar meminta Dek Gam agar memberikan kesempatan, karena di tengah kondisi liga yang sedang diberhentikan pihaknya harus mencari solusi lain.
“Dengan berhentinya liga ini kita akan cari jalan keluar, kalau mungkin tidak bisa sekaligus, bertahap akan kita selesaikan. Intinya kalau harus dibayarkan kita akan bayarkan, akan kita usahakan,” imbuhnya.
Zulfikar menjelaskan, awal mula dirinya tertarik dengan Persiraja yaitu pasca menerima saran dari Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk menyelamatkan nasib klub kebanggaan masayarakat Aceh tersebut.
Tak lama setelah itu, kata Zulfikar, pada Agustus 2022 dirinya dan Dek Gam sepakat soal penyerahan pembelian saham Persiraja. Bahkan mereka juga sepakat untuk tidak mengungkapnya ke publik.
“Bang Dek Gam kemarin enggak mau bilang wakafkan, tapi beliau bilang gratiskan, beredarlah di publik saat itu bahwa ini seolah-olah gratis,” katanya.
Ia menceritakan, saat itu Dek Gam sepakat menjual 80 persen saham PT. Persiraja Lantak Laju dengan nilai Rp 1 miliar. Namun sebagai tanda jadi Zulfikar hanya membayar Rp 350 juta. Uang itu dibayar secara cash.
“Saat itu bang dek gam suruh menyiapkan dana sama saya Rp 1 miliar. Saya pada saat itu saya tidak punya dana Rp 1 miliar. Kemudian Rp 500 juta juga boleh katanya, saya juga bilang kalau kurang dari itu bagaimana. Katanya juga boleh, yang penting buat tanda jadinya, sebesar Rp 350 juta terakhir, sisanya dipotong cek,” jelasnya.
“Kemudian saya bilang gimana potong cek sedangkan uang enggak ada. Beliau bilang insyaAllah ada uang nanti, ada dari subsidi PSSI, subsidi dari Liga Indonesia Baru ada Rp 800 juta katanya,” tambahnya.
Zulfikar mengatakan, atas arahan dari Dek Gam itu dirinya terpacu untuk mengakuisisi Persiraja dengan berharap akan ada uang dari Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melunaskan sisa pembelian saham.
“Sehingga saya dengan ketidakpahaman di awal itu, tapi karena niat saya ingin menyalamatkan persiraja akhirnya saya maju dengan konsekuensi berharap ada uang dari LIB sebesar Rp 800 juta. Ternyata tidak dibayarkan, yang dibayarkan cuma Rp 100 juta per bulan, cuma dua kali. Bahkan yang kedua dipotong lagi, karena ada musibah,” katanya.
Ia menuturkan, kesulitan itu semakin terasa setelah tragedi Kanjuruhan, Malang karena liga dihentikan tiba-tiba. Sehingga pihaknya harus terhutang banyak.
“Inilah yang dibuat dilema kita hari ini, saya akan selesaikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulfikar juga mengatakan, bahwa Nazaruddin Dek Gam pernah bernjaji kepada pihaknya akan melobi sejumlah pihak untuk menjadi sponsor Persiraja. Namun, hingga saat ini janji itu tidak dilakukan.
“Bahkan dulu Bang Dek Gam berjanji bantu saya mencari sponsor dengan Kementerian Pemudan dan Olahraga, tapi sampai hari ini satu sponsor pun nggak ada yang dia bawa,” pungkasnya.









Komentar