Warga Pidie Tolak Keberadaan Pengungsi Rohingya
Foto: Istimewa"Kami mendesak pemerintah secepatnya memindahkan etnis Rohingya dari Padang Tiji," ujar Syamsyul.
Pidie - Sejumlah warga di Padang Tiji menggelar unjuk rasa di depan pintu gedung Mina Raya, Jumat (27/1) sore. Mereka menyatakan menolak pengungsi Rohingya.
Aksi penolakan imigran Rohingya itu dilakukan oleh perwakilan warga dari 11 gampong di Kemukiman Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.
Para pengunjuk rasa datang dengan membentangkan karton dan spanduk berisi tuntutan meminta Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, agar memindahkan para pengungsi Rohingya dari daerah mereka.
Keuchik Gampong Leun Tanjong, Syamsyul Bahri menyebut, sejak ditempatkan di gedung Mina Raya, pengungsi Rohingya sangat meresahkan warga setempat, bahkan pengungsi tersebut kerap berkeliaran ke perkampungan warga.
"Pernah suatu malam, warga Gampong Kupula diancam dengan menggunakan paku yang sudah diasah menjadi pisau hanya untuk meminta makanan," ujarnya kepada wartawan.
Ia mengatakan, imigran Rohingya juga sudah beberapa kali mencoba melarikan diri dari tempat penampungan, namun upaya tersebut berhasil digagalkan.
"Kami mendesak pemerintah secepatnya memindahkan etnis Rohingya dari Padang Tiji," ujar Syamsyul.
Unjuk rasa masyarakat yang mendapat pengawalan ketat polisi tersebut berakhir setelah perwakilan UNHCR, berjanji akan mengelar pertemuan dengan warga keesokan harinya.
Sebagaimana diketahui sejak mendarat di pantai Ujong Pi, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie pada 26 November 2022, sebanyak 174 pengungsi sempat menempati gedung SMPN 2 Cure, kemudian Minggu (1/1) dipindahkan ke bekas panti asuhan Mina Raya milik Dinas Sosial Kabupaten Pidie, di Kecamatan Padang Tiji.








Komentar