Wakabid Organisasi Mundur dari Kader dan Pengurus Partai Nasdem Abdya

Wakabid Organisasi Mundur dari Kader dan Pengurus Partai Nasdem AbdyaFoto: istimewa
Wakil Kabid OK DPD Nasdem Abdya, Fauzi Al-Adani.

"Faktor ketidak nyamanan karena sudah tidak saling menghargai," imbuhnya.

Blangpidie - Wakil Ketua bidang organisasi dan Kaderisasi (OK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Fauzi Al Adani menyatakan mundur dari pengurus dan kader Partai Besutan Surya Paloh.

"Saya menyatakan mundur dari kepengurusan dan Kader Partai Nasdem sejak 26 Januari 2023 ," ungkap Fauzi kepada HabaAceh.id, Kamis (2/2) di Blangpidie.

Tambah Fauzi, ada beberapa sebab sehingga dirinya memutuskan untuk meninggalkan partai Nasdem.

"Saya melihat sistem yang dijalankan saat ini sudah tidak lagi mengedepankan semangat perubahan, tapi lebih kepada kepentingan pribadi dan kelompok," tuturnya.

Kemudian sambung Ketua Garda Pemuda NasDem Abdya, adanya intervensi dari DPW terhadap DPD Nasdem.

"Faktor ketidak nyamanan karena sudah tidak saling menghargai," imbuhnya.

Menurut Faizi, persoalan internal DPD tidak perlu di intervensi oleh DPW karena bisa diselesaikan ditingkat kepengurusan Daerah.

"Sebenarnya biarkan diselesaikan oleh DPD masing-masing, karena yang lebih tahu kondisi di daerah itu adalah pengurus DPD sendiri," katanya.

Namun sebut Fauzi, yang dialami saat ini di DPD Abdya, sampai masalah sayap partai pun, ada oknum pengurus DPW yang menghubungi DPD untuk meminta menempatkan 'orangnya' di sana dengan menggeser orang lain yang mungkin dianggap bukan dari gerbongnya," bebernya.

Seharusnya kata Fauzi, dalam sebuah organisasi harus menerapkan sistem kekeluargaan dan kebersamaan.

"Justru yang terjadi saat ini malah menciptakan gerbong-gerbong yang saling sikut menyikut dan menjatuhkan,"ujarnya.

Jika kondisi seperti ini terus terjadi sebut pria yang sudah 7 tahun bergabung di Nasdem Abdya justru akan berdampak pada bakal calon presiden Anis Baswedan.

"Sebenarnya momen bagi Nasdem untuk merebut hati masyarakat Aceh karena telah mengusung anis tapi kalau ada gesekan internal seperti ini tentu tidak bisa bekerja secara maksimal," tuturnya.

Editor:

Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...